Harusnya dia mendapatkan informasi tentang Sasuke pada malam itu, tapi karena emosi yang lebih dulu menguasainya dia malah membuat keributan tengah malam di rumah orang lain. Jujur saja dia tidak menyesali keputusannya untuk marah, itu adalah hal yang wajar. Tindakan Tsunade salah besar, meskipun ada alasan dibalik laporan palsu yang diberikan padanya beberapa bulan lalu, itu tidak membenarkan tindakannya.
Bicara tetang maaf pun untuk sekarang sulit rasanya, dia masih belum menerima dan belum ingin mencari tahu alasan tersebut, lagi tentang Sasuke sekarang tidak membuatnya penasaran. Yang terpenting, dia dan bayinya baik-baik saja. Sakura akan pergi dari kota tersebut, jauh dari Sasuke dan semua orang yang bekerja sama dengan mantan kekasihnya itu.
Belum sempat dia mendengarkan penjelasan Tsunade, Sakura memilih berjalan keluar dari rumah tersebut. Wajah bersalah Tsunade sempat membuatnya terganggu, tapi yang lebih utama sekarang adalah dirinya. Dia belum baik-baik saja setelah mendengar kebenaran tersebut, meskipun ada rasa bahagia yang tidak bisa diutarakan, kekecewaan masih terasa.
Kalau bisa pun dia ingin memukuli Sasuke habis-habisan disini, membalas perlakuan buruk pria itu padanya, apalagi dia sampai menutup kehamilannya tanpa menjelaskan sesuatu.
"Sakura awas" teriakan Tsunade dari pintu utama membuat Sakura yang saat itu sedang berjalan di halaman rumah yang luas menghentikan langkahnya, dia menatap bingung pada Tsunade, tapi berikutnya dia merasakan seseorang menariknya.
Sakura belum tahu siapa pria itu karena dia merangkul lehernya dan berdiri di belakang, dia hanya fokus menatap wajah Tsunade dan beberapa pria berpakaian serba hitam yang berdiri tidak jauh darinya.
Awalnya sempat kebingungan, begitu dia melihat pistol yang mengarah ke kepalanya Sakura langsung menahan napas. Sama sekali tidak mengerti dengan keadaan yang sedang terjadi, tapi dia yakin dirinya sedang terancam.
"Lepaskan Sakura" teriakan dari arah belakang Tsunade kembali membuat Sakura syok.
Itu Sasuke yang tergesa-gesa mendekati mereka, tatapan keduanya bertemu. Melihat tatapan khawatir pria itu, Sakura ketakutan. Dia sedang dalam bahaya, nyatanya sekarang dia bukan berada di dalam kungkungan Sasuke, melainkan orang lain yang bisa jadi musuh pria itu.
"Kalau kalian mendekat aku tidak akan segan-segan menembak wanita ini" ucap pria itu mengancam.
Sasuke dan beberapa orang itu menghentikan langkah mereka, pria itu memberi kode pada anak buahnya dan mereka mengangguk seperti sedang mengatur rencana. Lalu Sakura sendiri sedang berusaha melepaskan pegangan pria itu tapi rasanya sulit karena tenaganya sangat kuat.
"Apa maksudmu, cepat lepaskan aku, aku tidak ada hubungannya dengan Sasuke" ucap Sakura kesal, dia menatap marah pada orang itu.
Wajah orang itu tidak terlihat jelas karena dia memakai topi dan juga masker, tapi Sakura merasa familiar dengan suaranya. Sedari tadi pun dia berpikir siapa pria itu. "Tapi kau mengandung anaknya, kau tawanan yang berharga Sakura" bisik pria itu, lalu detik berikutnya dia membuka maskernya. Dan lagi-lagi membuat Sakura syok.
Terkejut sampai-sampai kakinya terasa lemas, tidak menyangka jika pria yang berani melakukan hal buruk padanya itu adalah orang yang dekat dengannya. Tak hanya dirinya, Sasuke dan beberapa anak buahnya terkejut melihat siapa pria itu.
"Pa-pain kau--"
"Hay lama tak bertemu"
Dan berikutnya Sakura jatuh pingsan di pelukan Pain saat pria itu dengan sengaja memukuli tengkuk cukup keras, bersamaan dengan datangnya mobil, dia berlari cepat memasuki mobil dengan membawa Sakura.
Sasuke dan anak buahnya tidak bisa mencegah ketika pistol Pain terus mengarah ke kepala Sakura, mereka bisa saja menembak kaki Pain, tapi akan berdampak buruk bagi Sakura.
KAMU SEDANG MEMBACA
RELATIONSHIP CRACKS
Fiksi PenggemarHarusnya Sakura sadar jika ini bukan cinta, melainkan obsesi pria itu pada dirinya.
