15. inevitable arguments

92 17 5
                                    

𝐂𝐔𝐑𝐄.
▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃

    beberapa hari setelah pertemuan panas itu, operasi untuk menyusup ke salah satu tempat persembunyian sindikat digelar. lokasi yang ditargetkan adalah sebuah pabrik tua di pinggiran kota, tempat yang dicurigai menjadi titik distribusi utama barang ilegal.

tim yang terdiri dari alhaitham, cyno, tighnari, dan kaveh telah mempersiapkan rencana matang. namun, untuk alasan yang tidak disebutkan secara resmi, (m/n) turut bergabung dalam misi itu atas persetujuan alhaitham yang setengah enggan.

langit malam gelap tanpa bulan, memberikan keuntungan bagi operasi mereka. tim terbagi menjadi dua kelompok: alhaitham, cyno, dan (m/n) masuk melalui sisi timur untuk menyusup, sementara kaveh dan tighnari mengambil posisi di sisi barat sebagai pengawas dan penyokong dari jarak jauh.

namun, sejak awal, dinamika antara alhaitham dan (m/n) terasa tegang. setiap keputusan yang dibuat oleh sang detektif jenius itu selalu dipertanyakan oleh sang petinju jalanan itu. dan setiap saran dari (m/n) selalu ditanggapi alhaitham dengan sikap dingin dan skeptis.

“pintu utama terlalu dijaga. kita harus masuk lewat saluran ventilasi,” kata (m/n) dengan nada pasti setelah memeriksa situasi.

“ventilasi terlalu sempit untuk membawa peralatan kita,” jawab alhaitham dingin. “kita masuk dari sisi kanan, ada pintu samping yang kurang dijaga.”

“maksudmu pintu dengan dua penjaga bersenjata itu?” (m/n) mendengus, matanya menyipit. “kau mau langsung bikin keributan?”

cyno, yang berada di antara mereka, melirik kedua orang itu dengan ekspresi datar. “mungkin kita bisa memutuskan dengan cara yang lebih damai. seperti... lempar koin? atau lomba lari?”

“cyno,” alhaitham dan (m/n) berkata serempak, suara mereka terdengar tajam. sang polisi bersurai putih itu hanya mengangkat bahu, tetap tenang meskipun ketegangan di antara mereka makin terasa.

akhirnya, mereka sepakat mengikuti saran alhaitham, meski (m/n) tampak tidak puas. ketika mereka berhasil menyusup masuk, suasana semakin panas. setiap langkah yang diambil selalu menjadi bahan perdebatan—dari rute yang dipilih hingga cara melumpuhkan penjaga. cyno, yang biasanya tenang, bahkan mulai merasa frustrasi.

di salah satu lorong sempit pabrik, perdebatan mereka mencapai puncaknya.

“kita tidak bisa terus begini,” kata (m/n) dengan nada tajam. “jika kau terus memimpin seperti ini, kita akan ketahuan sebelum mencapai target.”

“kau bicara seolah tahu lebih banyak tentang misi ini daripada aku,” balas alhaitham, menatap (m/n) dengan dingin. “jika kau tidak bisa mengikuti rencana, sebaiknya kau tidak ikut.”

“rencanamu lambat dan penuh risiko,” (m/n) mengacak surai (h/c)nya sambil mendekat, suaranya menurun namun penuh ancaman. “aku ada di sini karena aku tahu bagaimana sindikat ini bergerak. jangan bertindak seolah kau satu-satunya yang mengerti cara kerja mereka.”

“sudah cukup!” cyno akhirnya memotong, suaranya tegas. “kalian berdua bertingkah seperti anak kecil. jika ini terus berlanjut, kita semua yang akan mati, bukan hanya kalian.” ucapnya sambil melipat kedua tangan bagaikan seorang ibu yang kecewa karena anak-anaknya yang terus-terusan bertengkar.

suasana hening sejenak, sebelum suara langkah mendekat dari arah ujung lorong. mereka segera merapat ke dinding, menyembunyikan diri dalam bayang-bayang.

lima orang penjaga bersenjata melintas, berbicara dalam nada santai, tak menyadari bahaya yang mengintai. ketegangan antara alhaitham dan (m/n) harus dikesampingkan untuk sementara.

setelah penjaga lewat, mereka melanjutkan misi dengan suasana yang lebih dingin namun terkendali. ketika mereka mencapai ruangan utama di mana barang ilegal disimpan, situasi menjadi kacau. salah satu penjaga melihat mereka dan langsung memicu alarm. dalam sekejap, tembakan terdengar, dan tim harus bertindak cepat.

(m/n) bergerak seperti bayangan, menyerang musuh dengan presisi mematikan—latihan bela diri yang ia pelajari di jalanan akhirnya terbayarkan, sementara alhaitham memberikan arahan strategis dengan cepat, meskipun pertengkaran mereka sebelumnya masih terasa membebani. cyno, seperti biasa, bertindak dengan efisien, menjaga punggung mereka dan memberikan perlindungan dengan senjata api ditangannya.

ketika akhirnya mereka berhasil mengamankan ruangan dan mematikan alarm, alhaitham dan (m/n) saling bertukar pandang, keduanya terlihat lelah namun tidak menyerah.

“ini alasan kenapa rencanamu berantakan,” kata (m/n) sambil mengatur napas. “kau tidak pernah mempertimbangkan orang-orang di sekitarmu.”

“dan ini alasan kenapa aku tidak mempercayaimu,” balas alhaitham, meski nada suaranya tidak lagi setajam sebelumnya. “kau terlalu impulsif.”

meskipun kata-kata itu keras, ada pengakuan yang tak terucap di antara mereka. tanpa keduanya sadari, kerja sama mereka selama baku tembak membuktikan bahwa, meskipun metode mereka berbeda, tujuan mereka sama.

cyno, yang memperhatikan dari jauh, ia menyadari dinamika dan tensi diantara keduanya—akhirnya berkata dengan nada datar, “kalian tahu? jika ini adalah acara komedi, aku sudah menamai kalian ‘duo dinamis yang kacau.’ tapi sayangnya, kita tidak sedang di televisi.”

komentarnya membuat ketegangan sedikit mereda. untuk pertama kalinya, alhaitham dan (m/n) saling melirik dengan senyum tipis yang nyaris tak terlihat, meski mereka tidak mengakuinya.

di tengah situasi yang berantakan, sebuah bentuk kepercayaan kecil mulai tumbuh, meskipun masih dibungkus oleh konflik yang belum selesai.

▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃

a/n : jangan lupa vote dan follow ya sayang emuach

𝐂𝐔𝐑𝐄. ── 𝐀𝐋𝐇𝐀𝐈𝐓𝐇𝐀𝐌 𝐗 𝐌!𝐑𝐄𝐀𝐃𝐄𝐑Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang