Happy Reading
🚫Typo bertebaran
adit menunduk pelan mendengar ceramah pemuda yang lebih tua dua tahun dari nya itu, yah yang memergoki nya tadi adalah abang fano nya.
"Kamu denger gak abang ngomong apa? " tanya fano yang menyadari adit dari lamunan nya.
"Iya iya adit denger kok, gak budeg"
Fano menghela nafas pelan, ia berjalan mendekati adit dan mengusap rambut adik nya lembut.
"Jangan ulangi lagi, oke? "
"Kalau sampai pak beno ngeliat kamu tadi, habis kamu dihukum sama dia"
"Iya iya bang, adit tau kok"
"Kalau kamu tau?Kenapa masih berkeliaran diluar saat jam pelajaran?"
"Aku mau nyari zorik" cicit nya pelan membuat fano mengernyit dahi nya bingung.
"Emang zorik kemana? "
"Dia tadi izin ke wc sama aku, tapi sampek sekarang masih belum balik balik juga ke kelas, maka nya aku inisiatif buat nyari zorik ditemenin radi"
"Terus radi nya kemana? "
Adit menunjuk kearah area taman belakang yang selalu dikuasai geng brandos, fano jelas terkejut saat mengetahui teman adik nya itu dibawa oleh anggota geng tersebut.
"Radi dibawa sama abang nya"
"Abang? Perasaan radi gak punya abang"
"Abang tiri" ralat adit yang membuat wajah abang nya ini tambah terkejut mendengar nya.
"Siapa dek? "
"Rafka Dio Addison"
Okey kali ini fano benar benar terkejut dengan fakta yang ia dengar, teman nya itu ketua dari geng berandalan itu dan dia juga yang melakukan pembullyan selama ini terhadap murid lemah yang lain.
"Kita harus tolongin teman kamu itu"
"Gak usah bang, biar itu urusan radi sama abang nya kita gak usah ikut campur"
"Tapi kamu yakin, dia bakal baik baik aja? "
"Gak yakin sih, tapi aku percaya bang rafka gak bakal ngelukain darah daging ayah nya sendiri bang"
Fano hanya mengangguk jika itu keputusan dari adik bungsu nya ini, lantas ia mengenggam tangan mungil adik nya dan berjalan menuju kelas sang adik.
"Jangan bolos lagi kedepan nya, paham? "
"Siap pak bos, paham" ucap adit memberi hormat pada fano yang terkekeh melihat nya.
"Gemes banget sih adek abang"
❦❦❦❦❦❦❦❦❦❦❦❦❦❦☙
"Bang kali ini aja lepasin gua yaa, gua mau belajar bang"mohon zorik dengan mata berkaca kaca.
" ini hukuman untuk kamu zorik, kamu udah berani lupain abang sama ngehindarin abang di sekolah"
"Wajar bang, urusan gua banyak, gak cuma mikirin kalian mulu"
Rivan menatap tajam zorik yang membentak nya, ia mencekram kedua bahu sang adik dan itu membuat zorik merasakan sakit di bahu nya.
"Shh L-lepas anjing"
Zorik menyentak kedua tangan yang mencekram bahu nya, ia juga ikut menatap tajam sang pemuda yang menjadi pelaku nya itu.
"Gua bukan orang yang harus lo sakitin brengsek, emang bener kan yang gua bilang kalau gua gak punya waktu buat ngingat kalian" sentak nya dengan nada sinis.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝖆𝖉𝖎𝖙 𝖆𝖓𝖉 𝖟𝖔𝖗𝖎𝖐 𝖙𝖗𝖆𝖓𝖘𝖒𝖎𝖌𝖗𝖆𝖙𝖎𝖔𝖓
Teen Fiction{BUKAN BL!!}¶ #TRANSMIGRASI 1 Hanya kisah tentang dua orang pemuda yang bertransmigrasi ke sebuah novel. Maaf jika ada kesalahan alur yang tidak sesuai ekspektasi kalian... Alur sedang dirombak, dan beberapa part sedang direvisi. { DAN UNTUK YANG P...
