START: 19 Oktober 2024
END : 01 Juni 2025
Main Couple: MilkLove
Side Couple: NamtanFilm, ViewJune, EarnCiize
Persaingan antara Vosbein Group yang baru saja menampilkan prestasinya, mengalahkan sang juara bertahan Limpatiyakorn Group yang sudah lebih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pertemuan antara Milk dan Love memang tak akan bisa terhindarkan, terutama ketika keduanya terjebak dalam sebuah kerja sama pasti ada saja selisih paham di antara mereka. Keduanya adalah pekerja keras, namun tak jarang keras kepala memenuhi diri mereka, ego mereka selalu tinggi satu sama lain. Milk, dengan segala cara, berusaha membuat Love kesal, sementara Love, dengan sikap tegasnya, selalu berusaha mengingatkan Milk agar tidak kelewatan batas.
Seperti saat ini, ketika mereka berada di ruangan milik Milk dan tengah memperdebatkan produk mana yang seharusnya mereka promosikan di acara konser mega bintang Thailand, Nanon Korapat Kirdpan—teman dekat Love.
"Jangan keras kepala," ujar Love dengan nada tajam sembari melipat kedua tangan di depan dada, matanya tak lepas dari Milk yang berada di kursi kebesaran gadis itu, membuat gadis jangkung itu mulai merasa jengkel dengan nada bicara Love.
"Kamu yang keras kepala!" seru Milk, suaranya meninggi. "Produk baru kita belum siap untuk tampil di sana! Itu acara besar akan banyak risiko yang akan kita ambil."
Dengan gerakan cepat, Milk bangkit dari kursi kebesarannya, tubuhnya seperti meledak dari dalam. Langkah kakinya berat, setiap langkah penuh ketegangan. Matanya menatap Love yang duduk dengan sikap angkuh di sofa ruangannya, tenang, seolah tidak terpengaruh oleh api yang membara di sekitar mereka. Udara di dalam ruangan terasa mencekam, apalagi sekarang mereka hanya berdua tanpa teman yang mampu menenangkan api yang mulai menyala.
Love diam sejenak, membiarkan keheningan itu mengisi ruang. Matanya menatap Milk dengan tajam, penuh perhitungan. Lalu, sebuah senyuman tipis muncul di sudut bibirnya, senyum yang tidak bisa disembunyikan, seolah gadis itu tahu persis bagaimana membuat ketegangan di udara semakin membakar.
"Itu awal yang bagus untuk produk baru ini," ujar Love, suaranya tenang namun penuh keyakinan, selain itu juga sangat menusuk.
"Setidaknya nanti kita akan mendapatkan banyak feedback, dan dari situ kita bisa berkembang. Selain itu, ini adalah cara yang sempurna untuk memperkenalkan produk kita ke negara-negara lain, kamu tahu kan kalau Nanon adalah mega bintang yang punya banyak penggemar di dunia. Apa Vosbein selalu takut mengambil risiko seperti ini?"
Love tersenyum sinis, matanya menatap Milk dengan tajam, seolah ingin menembus kedalaman jiwa gadis itu. Perlahan, ia sedikit memiringkan kepalanya, seperti seorang predator yang tengah menunggu reaksi dari mangsanya. Milk tetap diam, matanya terbakar dengan amarah yang semakin membara. Tangan Milk mengepal erat, berusaha menahan gelombang perasaan yang hampir tak tertahankan. Namun, semakin ia berusaha meredamnya, semakin sulit ia mengendalikan gejolak yang bergelora dalam dirinya.
Love mengangkat kedua alisnya, melihat Milk yang diam seribu bahasa. "Pantas saja perkembanganmu lambat," kata Love, suara penuh sindiran yang hampir tidak bisa disembunyikan. "Ternyata kamu seorang pengecut yang takut mengambil risiko. Sungguh miris. Aku tidak menyangka kalah dari orang sepertimu."