START: 19 Oktober 2024
END : 01 Juni 2025
Main Couple: MilkLove
Side Couple: NamtanFilm, ViewJune, EarnCiize
Persaingan antara Vosbein Group yang baru saja menampilkan prestasinya, mengalahkan sang juara bertahan Limpatiyakorn Group yang sudah lebih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi yang cerah menyinari dua jiwa yang masih terlelap dalam dekapan hangat satu sama lain. Milk terbangun lebih dahulu, namun gadis mungil yang ada dalam pelukannya masih tenggelam dalam tidur yang nyenyak. Kepala Love terletak dengan lembut di ceruk leher Milk, membiarkan napasnya yang tenang dan teratur mengalir perlahan di sekitar kulit Milk, menciptakan kedamaian yang hampir memabukkan.
Dengan senyum tipis yang tulus, Milk menyentuh lembut helai rambut Love yang jatuh menutupi wajah cantiknya, menyapu dengan penuh kelembutan. Matanya memandang penuh rasa sayang, dan tangannya perlahan berpindah, mengelus pipi chubby Love yang cerah. Setiap sentuhan itu seolah membawa perasaan hangat yang sulit untuk diungkapkan, namun begitu terasa dalam setiap detiknya.
Mata Love perlahan terbuka, dipaksa oleh sentuhan lembut yang menyentuh wajahnya. Tatapannya bertemu dengan mata Milk yang memandangnya dengan kelembutan yang seolah bisa berbicara tanpa kata. Di sana, hanya ada rasa yang mengalir melalui tatapan mata yang dalam.
"Selamat pagi, My Lovely Love," sapa Milk dengan suara rendah, disertai tawa kecil yang mengalir lembut, membuat senyumannya semakin merekah, memancarkan kebahagiaan yang murni.
Love membalas senyum itu dengan lembut, seakan mengirimkan seluruh rasa sayang yang terpendam dalam hatinya. Lalu, dengan gerakan penuh kehangatan, ia mengeratkan pelukannya, seolah takut jika ia melepaskan Milk, sosok yang begitu ia cintai itu akan hilang dari pandangannya.
"Pagi, Pansaaa," balas Love dengan nada ceria, meski matanya masih terpejam dan tubuhnya enggan melepaskan pelukan hangat itu. Milk hanya tertawa pelan, suara yang begitu hangat, seolah mengisi ruang pagi mereka dengan kebahagiaan.
"Aku tahu, sulit memang menolak kehangatan dariku, Pattranite," ujar Milk, nada suaranya menggoda, sambil menikmati bagaimana Love masih bertahan dalam pelukan itu. Dengan sedikit gemas, Love mencubit pelan pinggang Milk, membuat gadis jangkung itu tertawa kecil.
Milk tersenyum, tertawa lebih lepas karena reaksi spontan Love, lalu dengan penuh kasih sayang, tangannya mengelus puncak kepala Love dengan lembut. Tanpa kata, bibirnya menyentuh dahi Love dalam kecupan hangat yang tulus, seolah menyampaikan perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kalimat.
Mereka terdiam cukup lama dalam kehangatan itu, menikmati keheningan yang penuh kenyamanan. Namun, akhirnya Milk memecah kebisuan yang lembut itu.
"Kita seharusnya turun untuk sarapan, Love. Orang tuamu pasti sudah menunggu," ujar Milk dengan lembut, tangannya mengusap helai rambut Love yang terurai. Sesekali, ia menarik napas dalam-dalam, menikmati aroma khas dari gadis mungil yang begitu dekat dengannya.
"Ada yang ingin ku bicarakan dengan mereka juga," lanjut Milk, kalimatnya meninggalkan kesan mendalam. Tiba-tiba, Love mengerutkan kening, menatap Milk dengan rasa penasaran yang semakin dalam.
"Kamu mau bicara apa sama Mama, Papa?" tanya Love, suaranya lembut namun dipenuhi rasa ingin tahu.
"Tentang kita, Love," jawab Milk dengan nada penuh keseriusan, namun kelembutan tetap menyelubungi setiap katanya. Seolah-olah, Milk baru menemukan kembali rasa percaya dirinya yang sempat hilang lama.