START: 19 Oktober 2024
END : 01 Juni 2025
Main Couple: MilkLove
Side Couple: NamtanFilm, ViewJune, EarnCiize
Persaingan antara Vosbein Group yang baru saja menampilkan prestasinya, mengalahkan sang juara bertahan Limpatiyakorn Group yang sudah lebih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ada apa, Fourth?" tanya Milk, setelah membuka pintu kamarnya. Pandangan Fourth jatuh ke leher sang kakak yang tertutupi syal berwarna hitam.
"Kenapa kakak pakai syal malam-malam begini? Di kamar lagi?" tanya Fourth, nada suaranya penuh rasa penasaran. Milk terdiam sejenak, seakan mencari alasan yang tepat. Wajahnya sedikit canggung, tapi ia tetap berusaha tersenyum kepada sang adik.
"Kakak." Milk menjeda kalimatnya, berusaha mencari alasan yang terdengar rasional.
"Kakak sedang sedikit tidak enak badan saja," jawab Milk pelan, mencoba terdengar meyakinkan.
"AC di kamar kakak terlalu dingin, tapi kalau dimatikan takutnya Love menjadi tidak nyaman." Milk menjawab dengan tenang, berusaha memberi alasan yang masuk akal.
Fourth hanya mengerutkan kening, merasa sedikit janggal, namun tidak bertanya lebih jauh. Ia hanya mengangguk pelan, seolah mengerti.
"Apa kak Love sudah tidur?" tanya Fourth, matanya menatap Milk penuh dengan rasa ingin tahu.
Milk mengangguk pelan, menandakan bahwa Love sudah tertidur. "Iya, dia sudah tidur." Padahal Love masih terbangun dengan napas yang memburu karena aktivitas mereka tadi.
Fourth mengangguk pelan. Sejujurnya ada yang ingin dikatakan pemuda itu kepada kakaknya, maka dari itu ia mengetuk pintu kamar Milk. Fourth menunduk sejenak sembari menggigit bibirnya pelan, lalu memandang kakaknya dengan raut wajah yang serius.
"Kenapa?" Milk bertanya, mata gadis itu menatap sang adik yang terlihat ingin mengatakan sesuatu padanya.
"Sepertinya aku ingin berbicara denganmu, kak. Bolehkah?" tanya Fourth, suaranya lebih rendah, namun penuh keyakinan.
Milk menatap adiknya sesaat, matanya mencoba menangkap semua perasaan yang tersembunyi di balik tatapan serius Fourth. Sebuah perasaan yang sulit untuk dijelaskan, namun Milk bisa merasakannya. Tanpa berkata banyak, ia mengangguk pelan, menyetujui permintaan sang adik. Ia kemudian melangkah keluar dari kamar, menutup pintu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara yang mengganggu. Suasana menjadi sunyi, hanya ada kedamaian yang mengalir.
Milk dan Fourth berjalan menuju ruang tamu dengan langkah yang tenang, meskipun ada ketegangan yang tak terlihat di antara mereka. Suasana rumah yang biasanya terasa hangat dan ceria kini terasa lebih sunyi dan dingin, seolah ruang itu sendiri mengerti bahwa sebuah pembicaraan penting akan segera dimulai.
Begitu tiba di ruang tamu, Milk duduk di salah satu sofa dengan gerakan lambat, menunggu Fourth yang memilih duduk di kursi seberang. Mereka saling memandang beberapa detik, udara di antara mereka terasa berat, penuh dengan kata-kata yang belum terucap.
"Fourth, apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Milk akhirnya, suaranya tenang meskipun pikirannya bertanya-tanya dan hati yang merasa sedikit tidak nyaman.
Fourth terdiam sejenak, menggigit bibirnya pelan. Ia tampak ragu, seakan perasaan yang hendak disampaikannya sulit untuk diungkapkan. Namun, setelah beberapa detik yang terasa lama, ia membuka suara.