START: 19 Oktober 2024
END : 01 Juni 2025
Main Couple: MilkLove
Side Couple: NamtanFilm, ViewJune, EarnCiize
Persaingan antara Vosbein Group yang baru saja menampilkan prestasinya, mengalahkan sang juara bertahan Limpatiyakorn Group yang sudah lebih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jika kalian mengira bahwa malam yang penuh kedamaian itu akan segera berakhir dengan cepat, maka kalian salah besar. Malam ini, waktu seakan berhenti sejenak, membiarkan kedamaian yang hangat meresap ke dalam hati. Kedua sosok itu akhirnya sampai di kediaman Milk, atau lebih tepatnya, apartemen milik si jangkung. Love, tanpa basa-basi dan tanpa permisi, melangkah masuk begitu saja. Dengan gerakan lincah, gadis mungil itu mengambil tempat di sofa ruang tamu Milk, seolah-olah tempat itu memang sudah miliknya sejak lama, padahal gadis itu baru menginap sekali.
Love menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa, matanya memejam secara perlahan, napasnya teratur, seolah melepas lelah. Ruang itu sunyi, hanya terdengar suara detakan jam yang berdetak pelan, namun begitu banyak yang tidak terucap di antara keduanya. Mungkin, di dalam diam mereka, ada lebih banyak cerita yang ingin disampaikan.
"Kamu gak ke kantor besok?" tanya Milk memecah kesunyian di antara mereka. Gadis jangkung itu perlahan menghampiri Love yang masih setia bersandar dan menutup matanya, kemudian duduk di samping Love. Gadis mungil itu hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Mau ke tempat Nanon, dia minta buat lihatin dia latihan," balas Love tanpa merubah sedikit pun posisinya, bahkan mata bulat besar milik Love juga enggan terbuka. Dia sedang menikmati masa tenang bersama Milk.
Hening, Milk ingin bertanya, namun suaranya tercekat, menggantung di tenggorokannya. Dia merasa bahwa pertanyaan itu bukanlah urusannya. Namun, gadis jangkung itu kepalang penasaran pulan.
"Kamu pacaran dengan Nanon?" tanya Milk kembali memecah kesunyian. Pertanyaan yang membuat Love tertawa, meskipun gadis itu masih enggan membuka mata dan berpindah posisi.
"Gak lah, kalau pacaran sama Nanon, aku bakal langsung nolak perjodohan itu tanpa pikir panjang," balas Love, tawa masih menghiasi dirinya. Sedikit heran dengan pertanyaan aneh Milk.
Milk melirik Love yang masih tertawa, kemudian sebuah senyum terbit dari sana, jantung Milk juga memompa dengan cepat, seolah aliran darah berebut untuk berjalan menjalar ke seluruh tubuh. Love sangat cantik ketika tertawa seperti itu, membuat Milk tanpa sadar mulai jatuh ke dalam rupa Love yang menawan.
"Kamu suka Nanon ya," ujar Love. Posisi gadis itu masih sama, namun suaranya melemah seolah dia hampir terlelap.
Gadis jangkung di sebelah Love terkekeh pelan, kemudian ikut bersandar, tangannya terulur di belakang Love. Seolah menjadi pagar agar gadis itu tidak jatuh meskipun nanti akan terlelap.
"Baru bertemu sekali, bagaimana bisa suka," balas Milk pelan namun tidak dihiraukan oleh Love. Gadis jangkung itu yang merasa di abaikan, menolehkan kepala ke arah gadis mungil di sampingnya, dan membuat Milk tersenyum manis.
Tangan besar Milk dengan lembut merapikan rambut Love, menyingkirkan helai-helai yang jatuh menutupi wajah cantiknya, lalu menyelipkannya ke belakang telinga. Tanpa sadar, tatapan Milk jatuh lembut pada Love, seolah-olah waktu sejenak berhenti. Dengan hati-hati, Milk membawa kepala Love yang kecil itu ke bahunya, menyandarkannya dengan penuh perhatian. Love, seolah tak terganggu, justru mencari posisi yang lebih nyaman untuk bersandar, seolah dunia sekitarnya tak lagi ada.