START: 19 Oktober 2024
END : 01 Juni 2025
Main Couple: MilkLove
Side Couple: NamtanFilm, ViewJune, EarnCiize
Persaingan antara Vosbein Group yang baru saja menampilkan prestasinya, mengalahkan sang juara bertahan Limpatiyakorn Group yang sudah lebih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Milk akhirnya memutuskan untuk mengikuti kata-kata Namtan sebelum panggilan mereka terputus tadi. Bagaimanapun juga, dia tidak bisa membiarkan sahabat yang selalu ada untuknya—terutama di saat-saat paling sulit—pergi begitu saja. Mereka berdua seperti dua sisi mata uang yang saling melengkapi, berbagi nasihat meski masalah dan kekhawatiran mereka sering kali berbeda. Pertengkaran mungkin sering terjadi, tapi itu tidak pernah menjadi penghalang bagi mereka untuk saling mendukung. Mereka selalu menemukan cara untuk kembali berdamai, bahkan dengan cara yang tak terduga.
Milk tidak pergi sendirian ke sana. Kali ini, dia ditemani oleh kekasihnya, Love. Di sepanjang perjalanan, salah satu tangan Milk menggenggam tangan Love dengan erat, sementara gadis mungil itu, dengan lembut menepuk punggung tangan Milk—seolah memberi tahu bahwa semua akan baik-baik saja dan tidak perlu terlalu khawatir.
Sesekali, Love melontarkan candaan sepanjang perjalanan, berusaha mengurangi kegelisahan yang menguasai Milk. Setiap tawa ringan dari Love sedikit mengusir ketegangan dalam dada Milk hingga akhirnya mereka tiba di cafe milik Ford.
"Honey, take a breath, everything is fine, okay?" ujar Love dengan lembut, memberikan kata-kata penyemangat yang seolah-olah mengalirkan sedikit ketenangan ke dalam diri Milk. Namun, entah mengapa, Milk merasa udara di sekitarnya mulai terasa sempit, seperti sedang berdiri di hadapan sesuatu yang menakutkan.
"Kamu gak perlu gelisah, aku yakin Namtan cuma akan mengoceh panjang lebar seperti biasa, sayang," lanjut Love, menyunggingkan senyum manis sambil menepuk pundak Milk pelan. Kemudian, dia merapikan rambut Milk yang sedikit berantakan dan dengan penuh kasih mengusap puncak kepala gadis jangkung itu. Milk membalas senyum itu, mengangguk pelan, seolah menyetujui kata-kata Love.
"Iya, thanks honey. I hope I can do my best," jawab Milk dengan lembut, suara itu seperti semacam mantra yang ia ucapkan untuk menyemangati dirinya sendiri.
"Paling nanti juga cuma baku hantam, kan?" Love terkekeh pelan, nada suaranya ceria meski sedikit menggoda. Tanpa disangka, kata-katanya justru membuat Milk mengerucutkan bibir, tampak seperti anak kecil yang sedang ngambek.
"Ngapain kayak gitu? Minta dicium ya?" Tanpa basa-basi, Love menyentuh bibir Milk dengan ciuman singkat, lalu tertawa pelan.
"Seharusnya itu udah cukup jadi penyemangat, ya?" Love berkata sambil terkekeh, matanya berbinar penuh canda.
Milk hanya tersenyum manis menatap Love, tatapan tulus nan dalam yang ia berikan. Seolah Love adalah barang paling cantik di dunia.
"Ayok, ntar Namtan berubah jadi gorila gimana?" Love mengusap lembut pipi Milk, kemudian dengan satu gerakan ingin membuka pintu mobil untuk keluar.
Namun, sebelum sempat melangkah keluar dari mobil, tiba-tiba Milk menarik lengan Love dengan lembut. Love berbalik, matanya penuh keheranan, tapi sebelum ia sempat bertanya, Milk sudah mendekatkan wajahnya. Dengan gerakan yang penuh keyakinan, Milk mencium bibir Love—lembut, pelan, namun penuh arti.