Setelah 1 jam perjalanan, mobil pun berhenti dan disana tidak terdengar suara kendaraan sama sekali yang artinya dia dibawa jauh dari perkotaan.
Kiya didudukan di kursi kayu, tangan dan kakinya kini diikat dikursi tersebut. Sampai beberapa menit kemudian terdengar suara langkah kaki mendekatinya, penutup mata dan mulutnya pun ditarik paksa oleh orang didepannya.
"heyy... Apa kabar?, beberapa jam lalu kita bertemu, sekarang kita bertemu lagi. Apakah menyenangkan melawan mereka?" ucap jesi tertawa sinis menatap kiya.
"ckckckck... kasihan banget lo, kalah ya?. Makanya jangan berani macam macam sama gue jadinya seperti ini kan sekarang" lanjut jesi mencengkram dagu kiya kuat membuat kiya menahan ringisannya karena jesi menekan bekas pukulan pria tadi.
Menormalkan kembali mimik wajahnya. Kiya menatap jesi dengan tatapan mengejek, itu berhasil membuat jesi emosi dan menampar wajah kiya kuat berkali kali sampai suaranya terdengar nyaring di seluruh ruangan kotor dan banyak barang terbengkalai disitu, sepertinya ini adalah gudang pikir kiya menerka nerka.
"cuih, pengecut" ucap kiya membuang darah yang keluar dari mulutnya.
"maksud lo apa bilang kaya gitu?!" balas jesi emosi, terlihat jelas dari guratan wajahnya yang memperlihatkan ketidak sukaannya pada kiya.
"lo pengecut, JESI MAVINKA IRFANA anak haram dari seorang manager perusahaan, Lo sangat menyedihkan. tidak dianggap oleh keduanya itu sangat menyedihkan bukan?" ucap kiya santai.
Jika ingin tahu kiya mendapat informasi itu dari mana, setelah mengerjakan tugas kuliahnya kiya dengan gabut mengkorek kehidupan jesi melalui laptopnya karena alaska masih terlihat sibuk dengan perkerjaannya.
"dari mana lo tau tentang semua itu?" tanya jesi kaget, matanya memancarkan api yang berkobar kobar setelah kiya mengatakan itu.
"itu mudah bagi gue, lagi pula kita baru bertemu di kantor. Kenapa lo sangat gak suka sama gue?" tanya kiya balik, karena memang yang memulai duluan adalah jesi. Kiya hanya tidak suka suaminya digoda orang lain bahkan didepan matanya sendiri.
"itu karena alaska hanya milik gue, dan lo!, akan gue singkirin lo setelah alaska jadi milik gue" ucap jesi tertawa hambar.
"coba saja kalau lo bisa merebut dia dari gue, karena apa yang udah jadi milik gue akan tetap menjadi milik gue untuk selamanya walaupun lo udah coba berbagai macam cara untuk merebutnya" tekan kiya disetiap kata katanya.
"diam, sebaiknya nikmati saat saat terakhir hidup lo sebelum lo akan gue antarkan kedalam neraka" bentak jesi sudah tidak waras.
"harusnya lo pergi kepsikiater untuk berobat kembali, tenyata kewarasan lo belum sembuh total meskipun lo konsultasi pada psikiater, sebentar lagi suami gue juga akan menjemput" ucap kiya santai. Dengan emosi yang memuncak, jesi keluar dari ruangan itu dan minta salah satu pria berjaga dan sisanya ikut dengan jesi pergi.
setelah jesi keluar dan pria itu barulah kiya beraksi dengan menggesekkan pisau lipat yang ia curi didalam saku jesi ketika dia lengah.
Setelah ikatannya terbuka semua, kiya dengan hati hati mengendap endap melihat pria itu sedang memejamkan matanya, dia mulai mengeceknya dengan melambai lambaikan tangan didepan wajahnya namun tidak ada respon sama sekali membuat pelarian kiya menjadi mudah. Dia mengambil kunci motor yang dibiarkan diatas meja dan segera melarikan diri.
pelariannya sangat mulus, tidak ada penghalang ataupun orang yang mengejarnya.
'apa ini, tidak ada yang mengerjarku seperti difilm film, ah membosankan. Dia tidak cocok disebut bos penculik' batin kiya sembari menjalankan motor metic curiannya. tapi tenang saja dia akan menyuruh orang dan mengembalikkannya.
*****
"bi, apa alaska sudah pulang?" tanya kiya pada marni yang sedang membersihkan dapur. Dia menuju kulkas untuk mengambil pecake karena dia sudah sangat lapar dari perjalanan, ingin membeli makanan pun dompet dan handponenya terjatuh saat berkelahi dengan para penculik tadi.
"astaga non, wajah non kenapa?, biar bibi bawakan kotak obat terlebih dahulu" ucap marni kaget melihat wajah kiya yang penuh lebam dan bekas tamparan tangan yang membekas.
"tidak usah, nanti biar aku obati sendiri.apa ala sudah pulang" tanya kiya lagi yang masih belum mendapatkan jawaban.
"tuan belum pulang non, tapi katanya non diculik. Tadi bibi tanya pada salah satu penjaga disini karena ada sopir taksi yang kesini dan dia menjelaskan kejadiannya dan mengembalikan dompet dan ponsel non yang sudah rusak" ucap marni menjelaskan.
"baiklah, aku akan menelponnya dari ponsel rumah" ucap kiya pergi sambil memakan pancake ditangannya.
Kiya mengambil telpon rumahnya dan mengetikkan nomer alaska, pada deringan ketiga alaska sudah menerimanya.
"hallo" panggil kiya namun tidak mendapatkan respon diseberang sana. Sampai beberapa detik kemudian alaska membalas.
"aku sedang pulang dan akan sampai sebentar lagi" ucap alaska diseberang sana.
"baiklah, aku tutup telponnya" ucap kiya langsung menutup telponnya secara sepihak.
Dia berjalan kekamarnya untuk mandi dan mengobati lukanya sendiri setelah memakan habis pancakenya.
Satu setengah jam yang lalu...
Alaska dan 5 anak buahnya tengah berada di mobil yang berbeda menuju lokasi kiya yang ditunjukkan oleh gps yang telah dipasang oleh alaska dikalung yang telah dia berikan 1 bulan lalu.
Namuan kiya sudah terlihat melarikan diri menggunakan motor metic tang bisa dipastikan itu milik para penculik yang menculik kiya.
Alaska akhirnya membiarkan saja kiya pergi dan tidak menyusulnya dulu karena dia akan membereskan para penculik yang berani menculik istrinya. Mungkin dia akan mengulitinya setelah mengintogasi siapa yang menyuruh mereka karena tidak mungkin kan mereka menculik kiya tanpa tujuan atau tanpa perintah dari orang lain.
*****
Hai guys bertemu lagi dengan saya. Maaf ya kalo misalnya cerita ini updatenya sesuai mood autor.
Tapi tenang beberapa part lagi ending kok. And maaf juga mungkin alurnya ga sesuai espektasi kalian.
Aku juga mau kasih tau nih kekalian kalo aku juga nulis cerita baru yang berjudul THE STORY OF A AYRIN. mungkin kalian berkenan untuk membacanya.
ga maksa ya. Kalo ga mau jangan dicari soalnya sebelumnya aku mau kasih tau konfiknya cukup rungan dan membuat bosan (mungkin). Jadi yang mau baca aja.
Tapi kalo kalian sefrekuensi sama aku pasti alur ceritanya bakal masuk ke kalian.
Oke, jadi tungguin aja endingnya. Cuma beberapa part lagi ga banyak.
See you ketemu lagi di part selanjutnya🌷👋
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI AZKIYA RAQUELA
Teen Fictionazkiya raquela, seorang anak satu-satunya di kelurga kaya yang memiliki banyak perusahaan namun hidupnya tidak sama dengan kebanyakan anak tunggal lainnya yang bahagia bersama kedua orang tua nya. Dia selalu ditinggalkan sejak kecil oleh kedua orang...
