12

397 10 2
                                        

Selamat Membaca

Di ruangan yang minim cahaya terdapat dua orang laki laki dan satu orang perempuan yang tubuhnya sudah berlumuran darah dengan jari tangan yang di potong, mata yang dicongkel 1 dan banyak sekali sayatan dibagian tubuh dan wajahnya.

"siapa yang nyuruh lo?" tanya pria tersebut tajam dia adalah alaska membuat suasana ruangan yang tadinya mencekam kini bertambah ketika suara alaska bergema di seluruh sudut ruangan.

"jawab dan gue akan lepasin lo dari sini" tanyanya sekali lagi pasalnya perempuan tersebut hanya meringis kesakitan dan mengiraukan pertanyaan dari alaska.

"ga akan pernah, lebih baik gue mati dari pada bebas dan lebih tersiksa" ucap perempuan itu susah payah karena mulutnya sudah tidak mampu lagi untuk berbicara panjang lebar.

"siksa dia sepuas puasnya jangan sampai dia mati secepat itu dan cari tau semuanya" perintah alaska kepada tangan kanannya dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua menuju kamarnya.

Alaska pun menuju kamar mandi dan membersihkan diri sebelum tidur karena banyak darah yang mengenai baju dan tangannya dan sekarang pula sudah  menunjukkan pukul satu malam.

Setelah selesai dia membaringkan dirinya ke kasur dan bersiap tidur sambil memandangi kiya yang sudah tertidur pulas di sofa tidak tau kenapa akhir akhir ini alaska sering sekali memandangi kiya tanpa sepengetahuan sang empu dan ada perasaan aneh yang menganjal di hatinya.

"laska ayo cepet nyetirnya kita udah terlambat nanti mereka ninggalin kita, kalo kita ketinggalan ini semua salah lo" ucap kiya misuh misuh karena mereka sudah terlambat ke sekolah yang akan berangkat kemping ke puncak padahal dia sendiri yang membuat terlambat mulai dari kesiangan, sarapannya lama dan ribut sampai ada barang yang ketinggalan dan memaksa alaska untuk putar balik mengambil barang tersebut.

"iya" balasnya pasrah walaupun memang dia yang benar tadi tetap saja dimata perempuan laki laki yang selalu salah.

Sesampainya di tempat kemping para murid sma viktoria membuat tendanya masing masing termasuk kiya dan teman se tendanya yaitu sakira, aurel, dan bunga mereka memang tidak sekelas karena sudah di atur oleh ibu dan bapak guru pembina.

"mau gue bantu" tanya seseorang yang sudah berada di belakang kiya membuatnya kaget.

"gausah gue bisa sendiri" balasnya tude poin.

"kalo si kiya ga mau mending bantuin gue aja var lagian sama aja dengan bantuin dia juga, kan ini tenda kita" ujar bunga yang kesusahan membuat tenda dari tadi bersama ke empat temannya itu.

"yaudah sini" mengambil alih yang bunga kerjakan lagipula benar juga apa yang bunga bicarakan tadi sekalian dia bisa mendekati kiya.

"akhirnya selesai juga thanks udah bantuin kita" berterimakasih kepada varo "santai kalo butuh bantuan apa apa tinggal bilang aja ke gue tenda kita deket ko, tuh disana tenda gue jadi lo gausah sungkan sungkan kalo mau minta bantuan ke gue" balasnya sembari menunjuk tendanya yang tidak jau dari mereka.

"iya" ucapnya "yaudah kalo gitu gue balik ke tenda gue dulu".

"ia makasih udah bantuin kita" bukan kiya yang berbicara melainkan aurel temannya.

*****

"oke anak anak sekarang kalian sudah dibagi kelompok masing masing dan ingat fahami peta yang kalian bawa dan ada pita berwarna pink yang berada di pohon dan akan memandu kalian,jangan  sampai kalian salah jalan dan nyasar karena di hutan ini banyak jurang" jelas guru tersebut panjang lebar.

Memang mereka sudah dua hari kemping disini dan sekarang malam harinya mereka akan jelajah dan besok lusa mereka akan pulang ke sekolah dan pulang ke rumah masing masing.

Dua hari belakangan ini varo menjadi lebih dekat dengan kiya karena varo yang sering mendekatinya dan alaska menjadi lebih agresif dibandingkan dengan alaska yang dulu yang tidak perduli dengan keberadaannya dan terlebih lagi sekarang kiya sekelompok dengan varo dan bisa dipastikan bahwa alaska akan memberi hukuman kepadanya lagi seperti kemarin saat varo tak sengaja memeluknya karena tersandung oleh akar pohon, alaska langsung membawanya ke tengah hutan dan menberi hukuman dengan menciumnya sampai dia hampir pingsan karena tidak bisa bernapas.

"siap bu" ucap serentak para murid.

"baik sekarang kelompok satu maju duluan dan diikuti kelompok selanjutnya" intrupsi guru tersebut.

"ayo ki" ajak varo menggenggam tangannya dan di lihat tajam oleh alaska dengan mata penuh permusuhan dan rahang yang mengeras karena alaska ketinggalan kelompoknya yang sudah jalan duluan sementara dia izin ke kamar mandi dan berlari kecil menyusul kelompoknya sedangkan kelompok kiya adalah kelompok terakhir.

Kiya yang sadar dengan tatapan alaska pun langsung melepaskan tangannya dari tangan varo membuat varo menoleh ke belakang "kenapa?" tanyanya "gapapa udah ayo jalan" balasnya cepat.

"eh guys kita sasarin aja kelompoknya si azkiya, azkiya itu yuk biar dia tau rasa udah gue peringatin jangan deket deket sama laska tapi dia tetep aja deketin laska rasanya mau gue bunuh aja dia" ucap hilda merencanakan semuanya dengan geng nya sedangkan yang lain mereka suruh tunggu di tempat yang agak jauh dengan alasan ingin buang air kecil.

"tapi kan kata bu puji di sini banyak jurang" ucap fiola mengingatkan.

"ga bakal terjun ke jurang ini, udah ah ayo" hilda mendahului dengan mencopot pita dan menalikan kembali ke pita lainnya.

"ini bener ga sih jalannya ko sepi banget apa kita salah jalan" tanya dewi ketakutan pasalnya tadi walaupun mereka kelompok terakhir ada kelompok lain yang selalu terlihat di depannya.

*****

Gimana nih sama part ini?🤗

Jangan lupa vote sebanyak banyaknya 😍😍

Spam next sebanyak mungkin 😊

Folow ig:
@23azkiyaraquela

TRANSMIGRASI AZKIYA RAQUELACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang