30

85 2 0
                                        

Merasa terusik karena ada yang mengelus kepalanya kiya pun mengedipkan matanya beberapa kali guna menetralkan matanya dengan sinar matahari yang menembus dari jendela ruang rawat.

"mama, maaf aku ketiduran sampe ga tau mama datang" ucap kiya mendudukan tubuhnya di sofa.

"mama kenapa kok nangis? Ada masalah apa ma cerita sama aku" tanya kiya bingung.

"hiks....hikss... Ala dia hiks..." tangis tiara pecah memeluk kiya.

"ala kenapa ma?, dia baik baik aja kok, liat al-"  seperti disambar petir setelah melihat blankar alaska yang terlihat bayak orang yang mengerubunginya dan mereka menangis dihadapan blankar yang tertutup kain putih.

"kamu yang sabar ya nak mungkin ini udah takdir dari tuhan, kamu harus tegar menghadapi semua ini" ucap farhan membuyarkan lamunan kiya sedangkan tiara sudah lemas menangis sesegukan dipelukan kiya.

"dia bukan ala kan pa?, ala baik baik aja kan?, dokter bilang ala udah membaik, dokter ga mungkin bohong,hahaha.... Papa sama mama Ga lucu becandanya pasti ini cuma prank kalian semua biar aku nangis atau semua ini rencana ala?!!" ucap panjang kiya tidak percaya apa yang dilihatnya.

"ma dia bukan ala kan?!! Suami aku masih hidup dia masih hidup dia ga bakal ninggalin istri dan mama nya sendirian pasti ini bohong kan ma? Jawab aku ma hiks... " tanya kiya bertubi tubi dia sudah tak bisa menahan air matanya lagi.

"dia memang suamimu alaska, papa mohon kuatkan dirimu, ikhlaskan dia- dia sudah ten-"

"gak, kalian semua gila suamiku masih hidup dia belum meninggal dan dia tidak akan mungkin meninggalkan istrinya sendirian, kalian bohong pembohong besar aaarrrkkk..." teriak kiya pada mereka semua dan berlari menuju blankar memastikan bahwa perkataan mertuanya adalah kebohongan semata.

Perlahan kiya membuka kain yang menutupi tubuh orang tersebut, dia berdoa bahwa semua ini tidak benar dan mertuanya hanya membohonginya saja, setelah terbuka sempurna hatinya seperti hancur dihantam baja, tenggorokannya tercekat, nafasnya tak beraturan, tubuhnya ambruk dan untung nya fatir dengan sigap menahan tubuh kiya yang bergetar hebat.

Tangisnya pecah memenuhi ruangan yang selama sebulan ini menjadi tempat tinggalnya, dia meraung memeluk tubuh dingin alaska yang sudah pucat pasi.

"Kenapa?!! Kenapa kamu ninggalin aku sendirian, kamu marah sama aku sampai kamu tega ninggalin aku disini hiks... "

"nak... Bangun, hey bangun sayang" ucap tiara menepuk nepuk pipi kiya membuat sang empu terbangun dengan keadaan terengah engah seperti telah lari maraton.

"kamu kenapa sayang?,mimpi buruk, hm?" ucap tiara mengelus punggung kiya yang masih belum sadar sepenuhnya.

"mah ala mana?, dimana dia" tanya kiya setelah menetralkan pandangannya.

"ala ada sayang, tenangin dirimu sebenarnya ada apa?, kenapa kamu sampai menangis ketika tidur, apa yang kamu mimpikan sampai jadi seperti ini?" tanya tiara panik karena kiya menangis histeris ketika sedang tidur.

"benar dia tidak papa mah? Dia baik baik saja kan?" bukannya menjawab kiya malah kembali bertanya, dia belum bisa menjawab pertanyaan ibu mertuanya karena dipikirannya sekarang hanya keadaan alaska.

"dia baik baik saja sayang, kata dokter kondisinya sudah membaik dan akan sadar dalam waktu dekat" jawab tiara dan memiringkan tubuhnya untuk memperlihatkan alaska yang terbaring diblankar rumah sakit.

Tiba tiba ada gerakan dari tangan alaska yang pasti disadari oleh kiya yang masih setia menatapnya membuat dirinya pun berdiri dari sofa dan mendekati alaska diikuti tiara.

Perlahan namun pasti kini alaska membuka matanya setelah satu bulan ini terbaring di atas ranjang rumah sakit, terdengar suara ringisan dari bibir pucatnya yang tertutup masker oksigen, kiya masih senantiasa menggengam tangan alaska sambil menunggu dokter yang telah dirinya panggil melalui tombol panggilan.

TRANSMIGRASI AZKIYA RAQUELACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang