"baiklah aku akan memecatnya setelah ini, apa kau puas?, dan untuk garen dia sedang cuti karena dia tertembak diperjalanan pulang, jadi aku merekrut sekertaris baru hanya untuk menggantikan garen sementara waktu" jelas alaska memberitahu alasannya.
kiya tidak membalas sama sekali dia malah kembali memeluknya dan menenggelamkan kepalanya didada bidang alaska, namun alaska bisa merasakan kiya sedang tersenyum penuh kemenangan didalam pelukannya.
"aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu, lalu kita akan pergi ke suatu tempat" ucap alaska setelah kiya sudah melepaskan pelukannya.
"baiklah, aku juga akan menyelesaikan tugasku" ucap kiya kembali membuka laptopnya yang dia taruh diatas meja.
3 jam berlalu kini kiya menutup laptopnya setelah menyelesaikan tugasnya, dia meregangkan otot ototnya sembari melihat apakah alaska sudah selesai dengan pekerjaannya. Tapi kelihatannya dia masih sibuk berkutat dengan berkas berkasnya yang menumpuk sangat banyak didepannya.
Alaska terlihat sangat tampan dengan kemeja yang kancing atasnya terbuka, matanya tegas menatap berkas berkas yang berada di tangannya, dan ototnya sangatlah keras seperti batu tapi anehnya kiya suka dengan itu semua.
Menyadari kiya tengah menatapinya akhirnya alaska menutup laptop dan menaruh berkas yang berada ditangannya,lalu matanya melembut menatap kiya yang sama tengah menatapinya.
"kemarilah" ucap alaska lembut menyuruh kiya untuk mendekat ke mejanya.
"apa kau sudah Selesai?" Tanya kiya masih belum bergerak dari tempatnya.
"akan ku selesaikan nanti, kemarilah" ucap alaska santai akhirnya kiya menurut dan mendekati alaska.
"apa yang kau lakukan" seru kiya kaget ketika tangannya ditarik dan tubuhnya kini telah menduduki paha alaska dikursinya.
"aku tidak melakukan apapun" balasnya dan tangan kekarnya memeluk pinggang kiya dan nafasnya berhembus di celuk leher kiya membuatnya memejamkan mata sembari menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh alaska.
"lepaskan, nanti ada orang yang melihat" ucap kiya tersadar ini masih dikantor, tapi alaska tidak menghiraukannya dan semakin gencar mengecupi lehernya sesekali menghisapnya seperti vampir.
"tidak akan ada yang melihat, disini hanya ada kita berdua" balas alaska membalikkan tubuh kiya dan mengecupi pipinya.
"aku menginginkannya" ucap alaska mengerang rendah. kejantanannya sudah sesak didalam sana akibat kiya yang banyak gerak ketika dia menciumi lehernya.
"tapi-" belum selesai berbicara, alaska sudah menarik tengkuknya dan mencium bibir kiya dengan lembut namun itu tidak berlangsung lama kini ciuman itu sudah berubah menjadi kasar tapi kiya sangat menyukainya dia membalas ciuman alaska sembari mengalungkan tangannya dileher alaska.
satu tangan alaska yang mengangur dia masukkan kedalam baju kiya dan kini tangan kekarnya meremas payudara kiya yang masih terbungkus oleh bra nya.
"Mmpph..." erang kiya tertahan karena bibirnya masih dicium oleh alaska.
"Ala, papa ingin berbicara deng-" ucap farhan menggantung diudara ketika melihat adegan panas anak dan menantunya saat ini. Dia jadi ingin pulang dan menerkan istrinya jika tidak memiliki urusan dengan anaknya.
Mendengar ada yang berbicara, kiya akhirnya memutuskan ciumannya pada alaska melihat siapa yang datang. Seketika pipinya menjadi merah seperti tomat ketika melihat farhan tengah memandanginya dengan mata berkilat geli. Tidak ingin menahan malu lebih lama lagi akhirnya kiya berdiri dan merapikan penampilannya.
"aku akan keluar mengambil minum" ucap kiya berjalan cepat melewati farhan yang kini sudah didepan meja alaska.
"kau menggangguku" ucap alaska frustasi, sekarang siapa yang akan membantunya untuk menenangkan kejantanannya yang sudah sekeras batu. Kiya pasti tidak akan kembali dengan cepat setelah kejadian tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI AZKIYA RAQUELA
Roman pour Adolescentsazkiya raquela, seorang anak satu-satunya di kelurga kaya yang memiliki banyak perusahaan namun hidupnya tidak sama dengan kebanyakan anak tunggal lainnya yang bahagia bersama kedua orang tua nya. Dia selalu ditinggalkan sejak kecil oleh kedua orang...
