28: feromon & keberadaan

570 22 1
                                        

"mengapa kau terus menatapku, lion?"

Axelion mengerjakan matanya lalu ia menggelengkan kepalanya. "tidak ada Niel, ayo ke bawah! gua laperr" pintanya.

Daniel menatap axelion dengan teliti dan mencari kebohongan di mata axelion tetapi ia tidak menemukannya. "baiklah, ayo kebawah"

Axelion tersenyum senang dan di otaknya mulai bekerja untuk menyusun rencana keluar dari tempat ini. Sedangkan Daniel langsung turun dari kasur dan ia menarik tangan axelion keluar dari kamarnya.

Sesampainya di dapur, Daniel menatap axelion dan ia menarik salah satu kursi untuk axelion duduk lalu ia mengeluarkan sebuah borgol dari saku celana nya dan ia memasangkannya ke tangan axelion serta ia mengikatnya di penyangga kursi.

"duduklah, aku akan memasak untukmu" ucapnya dan ia pun pergi meninggalkan axelion.

Axelion menatap tangannya yang diborgol itu mendengus kesal dan ia melihat ke arah sekeliling. 'ini luas, pasti sulit menemukan pintu keluar! kalo aja gua bisa keliling rumah ini, udah pasti gua kabur dari sini! bayangin aja gua kabur dari sini tuh kek kabur dari sekolah!' batinnya.

30 menit kemudian, Daniel datang dengan membawa beberapa makanan yang sudah ia masak lalu ia meletakkannya di atas meja dan ia menarik salah satu kursi untuk ia duduk.

Axelion menatap makanan itu dengan penasaran serta ingin cepat memakannya. 'sial, itu menggoda tetapi gua makannya gimana?!!! tangan kanan gua di iket gini anjing!' batinnya.

Daniel melihat tatapan Axelion pun tersenyum sangat tipis, ia mengambil sendok untuk mengambil ayam saus Padang itu dan ia menyuapi axelion.

Axelion menatap tangan Daniel dengan senyuman senang dan ia membuka mulutnya lalu ia menerima suapan itu dengan baik serta mengunyahnya dengan baik. "nyam..enak.." gumamnya dengan pelan.

Daniel yang mendengar itu tersenyum lalu ia mengusap rambut axelion dengan lembut. "padahal aku sering memasakkan mu saat kau dirumahku, tetapi kau tidak pernah memuji nya"

Axelion terdiam dengan perlakuan seperti itu lalu ia menepis tangan itu dari kepalanya. "suka suka gue!" gertaknya

Daniel menatap Axelion dengan ekspresi datar disaat tangannya di tepis lalu ia kembali menyuapi axelion dengan teratur serta mengabaikan ucapan axelion.

'anjing! gua diabaikan? tolol!' umpatnya dalam hati.

****

Di ruang pribadi markas Black Wings, Roy menatap bawahannya yaitu Narendra dengan ekspresi datarnya.

Narendra yang di tatap itu hanya bisa diam dan ia memberikan sebuah ponsel milik adiknya kepada Roy.

Roy mengambil ponsel itu dan ia melihat seluruh isi obrolan antara Nathaniel serta Daniel dengan teliti.

Roy melihat salah satu foto yang terlihat seperti leher axelion yang di tandai itu langsung berdiri dari duduknya dan ia memukul meja kerja nya. "sial, dia sudah menandainya?! tidak bisa dibiarkan!!" ucapnya dengan nada rendah serta perasaan marahnya.

Narendra menatap tuannya dengan ekspresi datar, berbeda dengan rekan kerja nya yaitu si Joshua yang menatap tuannya dengan bingung.

Roy meletakkan ponsel itu di atas meja nya dan ia menunjuk ke arah Narendra serta ia mengeluarkan feromonnya. "tetap kurung adikmu di ruang bawah tanah! jangan memberinya makan serta jangan pernah kau mendatangi nya!" perintahnya.

Narendra menatap tuannya dengan ekspresi datar tetapi ia sebenarnya terkejut dengan hal ini lalu ia mengangguk. "baiklah, akan ku lakukan tuan" ucapnya.

Love competition [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang