Kembali ke mansion keluarga dirgantara, kini jam telah menandakan pukul 18:20.
Axelion saat ini beristirahat di dalam pelukan mommnya dan Viona yang melihat anaknya tertidur dengan tenang itu ia merasa lega
"apakah kau tak tidur dengan cukup? tetapi tubuhmu terlihat berisi dan bertambah gembul sayangg, apakah dia memberimu makan dengan baik? itu bagus tetapi membuat mommy kesal" gumam Viona dengan pelan sembari mengusap pipi axelion dengan lembut.
Axelion bergerak tak nyaman saat ia merasakan sentuhan viona dan ia memeluk viona erat dengan mata tertutup nya.
Viona tersenyum kecil, ia membalas pelukan anaknya dengan sangat erat dan ia memejamkan matanya untuk ikut masuk ke dalam mimpi tanpa merasa curiga terhadap tanda permanen yang disembunyikan oleh axelion.
*****
Setelah pergi dari mansion keluarga Dirgantara, Daniel saat ini berada di apartemen milik paman nya dan ia membanting semua barang yang ada.
'prangg!!'
'crakk!!'
'brakk!!'
'creak!!'
'dugh!!'
Suara kekacauan di apartemen begitu terdengar sangat nyaring, untungnya apartemen milik paman nya kedap suara sehingga tetangga lainnya tak merasa terganggu.
Daniel terduduk di depan pintu kamarnya dengan tangan yang terluka akibat pisau yang tak sengaja menyayatnya.
Daniel mengusap wajahnya dengan frustasi, ia memukul pintu kamarnya dengan keras 'brakkk!!!' sehingga pintu itu hancur ke belakang dalam hidungan detik.
Daniel tak memperdulikan hal itu, ia beranjak dari duduknya dan ia berjalan ke arah dapur. ia mengambil beberapa pisau dan ia membawanya di meja makan.
Daniel menyentuhnya satu persatu serta melihatnya dengan begitu teliti. "aku sangat kesepian, apakah karena aku enigma? maka dari itu aku harus menuruti apa yang dikatakan pemerintah saja? aku hanya ingin kasih sayang dari orang tua saja! aku melihat axelion seperti melihat cahaya matahari yang menerangi kegelapan ku!" ucapnya dengan lirih.
"aku tak peduli dengan kekayaan ataupun pemerintah yang memberikanku pasangan sehidup sematiku untuk nanti, tetapi yang ku inginkan hanya dia!. aku tak tahu, bagaimana bisa aku tinggal dengan pamanku sejak kecil? apakah karena pemerintah yang begitu egois mengenai enigma? jadinya aku dipindahkan ke Rusia agar semua orang disini tak tahu aku enigma." lanjutnya kembali dengan kepala mendongak ke atas menatap langit-langit plafon
Daniel menghela nafas pelan dan ia menundukkan kepala nya kembali, ia mengambil salah satu pisau yang ada dan ia hendak menusuk dada nya dengan pisau tersebut, jika saja pamannya tak datang dan menarik pisau itu dari tangan Daniel.
"apakah kau gila??!! sudah ku katakan kau diam saja di apartemen yang ku sewa untuk mu sampai besok!! bukan berarti kau mati disini sialan!!" teriak pamannya dengan keras.
Daniel mengabaikannya dan ia mengambil kembali pisau yang ada di meja makan, paman nya yang melihat itu langsung mengeluarkan suntikan berisi cairan berwarna putih dan ia menyuntikkan cairan tersebut pada leher Daniel sehingga Daniel tak sadarkan diri.
"anak Vedrick dan Sabrina sangat bodoh! menyebalkan! ah, andai saja kau bukan keponakanku!!" ucapnya dengan keras serta frustasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love competition [SLOW UPDATE]
AcakSinopsis Shady side academy telah kedatangan murid baru yang mengaku sebagai enigma bernama Daniel Prince Rafassya. Axelion Althan Dirgantara dengan teman-temannya selalu membully omega dan Beta yang ada di academy itu tanpa memperdulikan apapun...
![Love competition [SLOW UPDATE]](https://img.wattpad.com/cover/343541147-64-k468121.jpg)