50: surabaya

195 12 0
                                        

Di Amsterdam, Belanda.

03:20 AM

"Tuan, apakah anda tidak tidur?" tanya pelayan

Roy memandang pelayan itu dengan tatapan tajam serta tanpa ekspresi, sehingga membuat pelayan itu tubuhnya sedikit gemetar dan ia membungkuk 90° lalu pergi meninggalkan tuannya.

Roy mengedikkan bahunya acuh, ia pun kembali membuat minumannya di dapur. setelah selesai membuat, ia pun kembali ke kamarnya.

Setibanya di kamar, ia berjalan ke arah tembok dan menggeserkan guci yang ada di sana. Kemudian, terbukalah suatu pintu yang menjadi tempat rahasianya.

Ia pun masuk ke dalam nya, pintu ruangan tertutup kembali menjadi tembok semula.

Di dalam ruangan tersebut, ia dapat melihat banyak sekali foto axelion dan beberapa barang kesukaan axelion yang sempat di tinggalkan oleh pemiliknya pada saat di kamarnya.

Roy meletakkan gelas yang ada di tangannya pada meja, ia mengambil sebuah foto axelion dan ia menatapnya dengan tatapan lembut serta senyuman kecil terpasang di wajahnya. "aku merindukanmu, aku akan kembali 2 hari lagi lion. aku akan menyingkirkan pemuda yang bernama pangeran itu." ujarnya dengan penuh keyakinan serta kembali memasang ekspresi datar saat ia mengatakan nama tersebut.

****

Di Moscow, Russia.

05:20 AM

Pintu kamar miliknya terbuka, pemilik kamarnya menoleh ke arah pintu itu dengan tatapan tajam dan pelayan tersebut membungkuk 90° serta memberikan senyuman kecil sebagai aturan pelayan pemilik kamar tersebut.

"Tuan Daniel, semua nya sudah siap. apakah ada lagi yang ingin anda bawa?" tanya seorang pelayan

Daniel yang baru saja selesai menyiapkan beberapa barang yang ada di kamarnya dan ia berjalan keleuar dari kamarnya dengan menarik sebuah koper.

"Semuanya sudah siap?" tanya nya sekali lagi

"iya tuan, tetapi tuan ingin sarapan sekarang atau nanti? karena tuan biasanya sarapan pada pukul 7 pagi ataupun pukul 6 pagi." ujar pelayan

Daniel terdiam sejenak, ia menggelengkan kepalanya dan ia memberikan koper miliknya kepada pelayan itu lalu ia pun turun ke lantai bawah menggunakan tangga.

Pelayan mengambil koper tuannya dengan menghela nafas pelan dan ia menyeret koper besar itu ke bawah dengan extra hati-hati agar kopernya tak rusak.

****

"selamat pagi tuan Daniel" ucap serentak dari semua pelayan, tukang kebun serta pengawal dan supirnya. ketika mereka mendapati tuannya di lantai satu dan pergi ke ruang makan.

Pelayan yang ada di ruang makan pun membungkuk hormat serta memberikan ucapan 'selamat pagi' dan mereka pun mengambilkan tuannya secangkir teh serta roti untuk tuannya.

"Ini tuan" ujar pelayan itu dan ia pamit dari sana.

Daniel pun meminum tehnya serta memakan roti nya dengan tenang. Ia mengeluarkan ponselnya dari saku celana nya dan ia memberikan pesan kepada orang tua nya yang ada di Surabaya bahwa ia akan pulang kesana.

Setelah selesai memberikan pesan pada orang tuanya dan di iringi bahwa dia telah selesai sarapan. Ia pun memasukkan kembali ponselnya ke saku celana, ia berjalan keluar dari ruang makan menuju pintu utama mansion miliknya.

Love competition [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang