27: keberadaan

478 17 1
                                        

Dimarkas 'BLACK WINGS' milik keluarga Maxson, Seorang kakak Nathaniel sekaligus ketua anggota inti BLACK WINGS sedang menghukum adiknya yang menyembunyikan lokasi dua orang yang telah menghilang selama 2 Minggu ini.

"sudah ku katakan padamu! kau harus memberi tahu aku, Nathan!!. aku tidak ingin berlama-lama dalam pencarian ini! kita semua sibuk dengan tugas BLACK WINGS! bukan hanya mencari kedua temanmu itu!" bentaknya

Nathaniel tertawa keras dan ia menatap kakaknya dengan tatapan tajam. "aku tahu kau memiliki banyak pekerjaan! tetapi kau juga di bayar oleh mereka kan? Narendra!!"

Narendra menggeram frustasi dan dia ingin menendang tubuh adiknya itu tetapi di hentikan oleh seseorang yang datang.

Narendra menunduk hormat terhadap orang itu dan ia menatap orang itu dengan ekspresi datarnya. "kau datang Roy" sapa nya.

Roy mengangguk dan ia melihat seseorang yang tidak asing baginya lalu ia berjongkok di depan nya. "kau Nathaniel?" tanya nya

Nathaniel menatap Roy dengan sinis lalu ia meludahi wajah roy sehingga membuat Narendra marah.

"kau?!!! apa yang kau lakukan hah?!!" gertaknya dan ia memajukan langkah nya tetapi langsung di halangi oleh rekannya.

Roy berdiri dan ia mengambil sapu tangan yang ada di celana nya lalu ia mengusap wajahnya yang terkena cairan menjijikan itu.

Nathaniel menatap ketiga orang yang ada di ruangan ini dengan tatapan tajam nya. "kau tau apa yang salah denganmu Roy?"

Roy membuang sapu tangan miliknya ke lantai lalu ia menatap Nathaniel dengan ekspresi datarnya. "apa maksudmu?"

"kau pembunuh!" teriak Nathaniel

Roy tertawa keras, ia berjongkok di depan Nathaniel kembali dan ia memegang dagu Nathaniel dengan erat. "aku tahu, kakak mu juga pembunuh disini. apakah kau tidak akan memarahinya?"

Nathaniel ingin sekali meninju orang yang ada di depannya ini tetapi tangannya terikat oleh rantai. "kau sialan! aku tidak peduli dengannya jika dia mati!"

Roy tertawa kembali dan ia menampar wajah Nathaniel dengan keras 'plakk!!' lalu ia menatap Nathaniel dengan tajam serta ia mengeluarkan feromon enigmanya.

"Don't beat around the bush Nathaniel! What I want is to tell me where Axelion is! If not, I will kill the person you like." ucapnya dengan nada penuh tekanan serta ancaman

Narendra melirik ke arah rekannya yang kebetulan omega dominan itu langsung menariknya keluar dari ruangan ini.

Nathaniel melihat kakaknya keluar dari ruangan ini pun menghela nafas dan ia dengan sekuat tenaga menatap Roy. "I won't tell you" tolaknya

Roy menarik salah satu kursi yang ada di sampingnya lalu ia duduk dan ia memainkan sebuah pisau lipat nan tajam yang ada di tangannya. "oh yeah? you won't tell me? did he pay you? how much did he pay you? 100 million? 300 million? 1 billion? 171 trillion? or a good position for you later?" tanya nya

Nathiel merasakan kepalanya semakin pusing akibat feromon roy tetapi ia langsung menggelengkan kepalanya. "kau tidak perlu tahu sialan."

Roy menggeram pelan dan ia mengarahkan pisau yang ada di tangannya ke leher Nathaniel. "haruskah aku membunuhmu? atau aku harus narendra?"

Love competition [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang