53: axelion

269 15 3
                                        

"Roy! aku merindukanmu, mengapa kau tak datang ke apartemen ku?"

Roy menoleh ke arah nya, ia menunjuk ke arah kursi depan meja kerjanya. "duduk" titah nya

"ck, aku tak memiliki waktu dude! aku hanya ingin tahu mengapa kau harus repot-repot ke Indonesia lagi untuk dia saja? jelas-jelas dia sudah memiliki mate kan?"

Roy menggeram pelan, ia beranjak dari kursinya dan ia membawa semua tumpukan berkas ke arah sosok itu. tepat di depan orang itu, ia memberikan tumpukan berkas kerja miliknya di tangan orang itu.  "daripada kau berisik, lebih baik kau kerjakan ini Chika Davina Aurelia"

Chika terkejut, ia dengan cepat menggenggam semua tumpukan berkasnya. "kau kejam sekali~~"

"itu karena kau datang-datang mengatakan 'Roy! aku merindukanmu, mengapa kau tak datang ke apartemen ku?' jika kau axelion, aku tak masalah dengan hal itu. kau hanyalah ketua tim pemasaran dan sepupuku yang bekerja di perusahaan ku saja." ujar Roy

Chika mendengus kesal, ia berbalik badan dan ia keluar dari ruangan Roy dengan membawa semua berkas milik Roy ke dalam ruangannya.

Setelah kepergian Chika, Roy pun keluar dari ruangannya untuk melakukan meeting dan ia berjalan menuju ruangan meeting.

Sesampainya di ruang meeting, Roy masuk ke dalam dan semua orang yang didalamnya pun terdiam sembari menatap pemimpin perusahaannya.

Steven selaku ketua dari pasukan B, tetapi ia juga diangkat oleh Roy sebagai sekretaris pribadinya. sebab, Roy mempercayakan kemampuan Steven mengenai kesiapan dalam rencana, pemikiran yang logis, daya ingat kuat, dan sebagainya.

Roy duduk di kursi khusus nya, suasana di ruangan meeting pun menjadi hening.

"Tuan Steven, bisakah kita memulai meetingnya sekarang?" ujar Sebastian

Steven mengangguk. Steven beranjak dari kursinya dan ia berdiri di depan.

"baik, saya akan memulai meetingnya sekarang" ujar Steven

****

Di Jakarta.

"Tuan muda pangeran. arep menyang ngendi? senajan wis bengi" tanya pelayan

Pangeran menoleh ke arah pelayan itu, ia tersenyum kecil. "bibi Rina, aku arep menyang Surabaya ketemu wong sing istimewa kanggo aku"

Bibi Rina mengangguk. "kapan pulang laginya den?"

"gatau bi, nanti juga pangeran bakalan pulang kok. oh ya, ayah belum pulang?" ujar pangeran

Bibi Rina tersenyum. "Tuan Cakra udah pulang, dia lagi di ruangan gym. seperti nya, dia sedang stress den"

Pangeran terdiam sejenak, kemudian ia mengangguk mengerti. "ah, oke. pangeran ke ayah dulu ya bi, selamat beristirahat ya bi!" Pangeran pun berlalu pergi dengan meninggalkan kopernya di ruang tamu.

Bibi Rina menggelengkan kepalanya, ia berjalan ke arah koper milik pangeran dan ia membawanya menuju mobil pangeran yang sedang disiapkan.

"mbok rina, ini punya aden kan?" tanya mamang Sanjaya selaku satpam di mansion pangeran

Bibi Rina mengangguk. "iya mang, ini punya aden."

"oh yaudah bi, biarin saya saja yang urus disini. bibi istirahat aja ya bi" ujar mamang Sanjaya

bibi Rina mengangguk. "yaudah saya ke kamar dulu ya mang"

Love competition [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang