17: pujaan hati & bingung

655 31 4
                                        

Setelah selesai sarapan bersama, mereka semua pun pergi ke ruang tamu untuk menonton film bersama ataupun mengobrol bersama.

"bang ar, lo serius ga punya pacar? apa lo ga laku disana?"

Orang yang di panggil 'ar' yaitu si Arseano mendelik kesal ke sang adik 'ayolah! dia bukannya ga laku tapi omega yang ada disana ga sesuai type dia! dan dia juga hanya untuk belajar sekaligus pengganti ayahnya!' pikirnya.

Axelion yang tidak mendapatkan jawaban langsung mendengus dan mengambil toples yang berisi keripik kemudian ia memakannya dengan perasaan kesal.

Dewi yang sedang menonton series Thai berjudul 'the heart killers' pun langsung menoleh ke arah sang adik dan menertawainya. "pfttt.. haha! arseano ga laku? serius? aduh aduh" ucap nya sembari memegang perutnya karena tertawa terlalu keras.

Arseano mendengus dan mengambil remote lalu mematikan televisi tersebut. Dewi yang terkejut karena series nya belum selesai malah dimatikan pun langsung memukul kepala nya arseano.

'plak!!' suara pukulan nya

"heh! sialan banget sih lo! ayang gua si Fadel belum aja cipokan udah lo matiin aja! bangsul lo!" omel Dewi yang masih memukul arseano

"dew! udah Dewi.. iya-iya! gua salah! udah mukulnya sialan! sakit cokk!!" teriak arseano sembari menahan tubuh dan tangan Dewi agar tidak terjatuh sekaligus berhenti memukulinya.

Axelion yang melihat hal itu ia tertawa keras sedangkan Roy yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya.

"hahaha anjing! mampus loo!! suruh siapa lo bangunin singa betina? hahaha jancokk!" teriak axelion di iringi tertawa kencangnya

Roy hanya menghela nafas dan bangkit dari duduk lalu berjalan ke arah Dewi. "kak, udah ya? kasihan itu Abang arseano nya" ucapnya dengan nada lembut

Dewi mendengus saat mendengar perkataan Roy dan ia pun beranjak dari duduknya kemudian ia pun berjalan pergi dari sana. 'kesel banget! padahal gua belum lihat archen joong sama dunk cipokan sambil ngewe kan!' batinnya

Arseano menghela nafas dan menatap Roy dengan binar sedangkan axelion yang melihat itu pun jijik kemudian ia melempar bantal sofa ke arah arseano.

"ga cocok sama wajah lo yang kek tai!" cibir axelion

Arseano terkejut dan melemparkan kembali bantal sofa itu ke arah axelion, axelion yang di lempar bantal sofa pun tidak terima langsung melemparkan kembali bantal tersebut.

Terjadilah kegiatan lempar-melempar bantal sofa antara kakak dan sang adik itu.

Roy menghela nafas panjang dan menatap mereka berdua dengan jengah. 'kakak-beradik ini tidak ada yang benar, untungnya sang adik pujaan hati ku' batinnya

****

"Arjuna! bantuin gua ambil turtle ya!"

"ogah! gua bukan roam! minta aja tuh ke Nathan!" sahut arjuna

"sebentar woii! gua lagi bantuin Tristan suruh aja si Ardi!" ucap nathan sembari memainkan game yang ada di ponsel tersebut dengan lincah

"sabar napa sih! gua di gb sama musuh!" ucap Ardi

"lama lo! udah dapat tuhkan! terimakasih lo ke gua pinn!" sahut zio saat alvino mendapatkan turtle

Alvino atau yang biasa di sebut Alpino pun mengangguk dan mulai mengepush turret.

Oke, tinggalkan saja mereka berlima yang sedang push ML dan kita langsung beralih ke pujaan hati author ya.

Love competition [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang