29: Tanda Permanen

871 36 2
                                        

Daniel menatap axelion dengan tatapan penuh arti, sedangkan axelion yang di tatap hanya tersenyum canggung dan ia menyerah dengan pikiran yang berkecamuk dalam otaknya.

"jangan marah, tadi gua ga sengaja" bujuk axelion dengan menundukkan kepalanya

Daniel tertawa kecil dan ia menarik dagu axelion untuk menatap kembali tatapannya sehingga mata mereka berdua bertemu satu sama lain.

Axelion kembali menatap wajah Daniel yang memiliki rahang tegas serta wajah tampan, ia menelan ludah nya dengan kasar karena ia merasakan feromon Daniel mulai keluar dan memengaruhi dirinya.

Daniel mengeluarkan feromonnya dengan perlahan dan ia mendekatkan wajahnya ke arah axelion sehingga hanya beberapa sentimeter saja bibir mereka akan menyatu. "can i kiss you? if not i will stop"

Axelion merasakan pusing dan ia tanpa sengaja menganggukkan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan Daniel.

Daniel tersenyum tipis dan ia pun menarik tengkuk axelion dengan cepat serta ia mencium bibir axelion dengan perasaan tanpa nafsu.

Axelion membalas ciuman itu dengan perlahan tetapi ia merasakan bahwa dirinya seperti menginginkan lebih dan ia melepaskan ciumannya. "ugh..more.." pintanya dengan menatap Daniel dengan tatapan satunya.

"you want more?" Daniel mengangkat tubuh axelion untuk berdiri dan ia menyadarkan tubuh axelion ke dinding dengan tangan kanannya di dagu axelion sedangkan tangan kirinya di pinggang axelion.

Axelion menganggukkan kepalanya dan ia memeluk leher Daniel dengan erat lalu ia mencium bibir Daniel dengan sedikit agresif. "hmphhh umhhh" lenguhannya.

Daniel membalas ciuman itu dengan penuh nafsu, di sela-sela ciuman ia tersenyum karena obat perangsang yang ia taruh di makanan axelion ternyata bekerja ditambah dengan feromonnya. 'ini berhasil' batinnya.

Ciuman mereka berdua semakin lama semakin dalam, serta mereka berdua juga beradu lidah di dalam mulut milik axelion sehingga Saliva mereka berceceran di dagu axelion.

"hnghhh slurphh hmphh"

"umhh d-danielhhh"

Desahan demi desahan yang memenuhi ruangan tersebut, Axelion memukul dada Daniel dengan keras untuk menandakan dirinya butuh bernafas kembali. Daniel melepaskan pangutan ciuman mereka berdua sehingga Saliva keduanya menetes ke lantai.

Axelion menundukkan kepalanya dan ia mengatur pernafasan nya kembali, sedangkan Daniel yang melihat tindakan kecil itu dengan sigap ia menggendong tubuh axelion ala koala.

Axelion melingkarkan kaki nya di pinggang Daniel serta kedua tangannya memeluk leher Daniel dengan erat dan ia membiarkan Daniel membawa tubuhnya ke dalam kamar milik Daniel.

Daniel berjalan ke arah kamarnya dengan melumat kembali bibir axelion dan ia meremas bokong axelion dengan keras.

"ahhh... d-danielh." lenguhan axelion

Sesampainya di depan pintu kamar, Daniel membuka pintu kamarnya dengan keras dan menutupnya dengan keras.

Daniel membanting tubuh axelion diatas kasurnya dengan keras, ia membuka kaos yang ia pakai tadi dan ia menindihi tubuh axelion kembali.

Daniel membuka celana serta CD yang dipakai axelion dan ia mengelus lubang milik axelion dengan lembut. "apakah kau ingin ku gempur seperti saat itu? seperti nya lubangmu sangat merindukan penisku sayang.." ucapnya dengan nada sensual

"ahhh yeshh I miss your dick so muchh" Axelion mendesah nikmat disaat lubangnya di sentuh oleh tangan besar Daniel dan ia mengatakan kalimat itu dengan nada sensual serta menatap wajah Daniel dengan tatapan sayu nya.

Love competition [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang