"Axelion sayangg, ayo bangun. ini sudah pagi"
"eungh-mm.." Axelion membuka matanya dengan perlahan, ia melihat ke arah Daniel yang kini ada di hadapannya sembari menatapnya.
"mandi, kita harus pulang ke kota. kau merindukan mommy bukan?" ucap Daniel dengan lembut sembari mengusap pipi axelion. 'setelah itu kita berpisah' lanjutnya dalam hati
Axelion mengangguk dan ia bangun dari tidurnya, ia turun dari ranjang kasur lalu ia berjalan ke arah kamar mandi dengan setengah nyawa sadarnya.
Daniel tersenyum tipis, ia beranjak dari ranjang kasur dan ia berjalan menuju lemari. ia menyiapkan pakaian untuk axelion, ia membawa pakaian yang ada di tangannya lalu ia berjalan kembali ke ranjang kasur. ia menaruh pakaian yang ia siapkan di atas kasur.
"aku akan merindukanmu, maafkan aku" ucapnya dengan sendu sembari mengusap pakaian yang pertama kali dipakai axelion ia bawa waktu itu dan ia juga mengeluarkan ponsel milik axelion dari dalam sakunya.
ia menghela nafas pelan dan ia duduk di tepi ranjang sembari menunggu axelion keluar dari kamar mandi.
Setelah beberapa menit, akhirnya axelion keluar dengan memakai bathrobe nya dan ia berjalan ke arah daniel.
"baju gua mana?" tanya axelion sembari mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk.
"ini, sudah ku siapkan. pakailah di kamar mandi atau kau ingin memakainya di hadapanku?" tanya Daniel dengan jahil
Axelion mendengus pelan dan ia merampas pakaiannya dari kasur lalu ia berjalan masuk kembali ke kamar mandi dengan perasaan kesal.
10 menit berlalu, axelion telah memakai pakaiannya dengan rapi serta rambutnya sudah tersusun rapi.
"kenapa lama sekali?" tanya Daniel
"gua ngeringin rambutnya di kamar mandi, biar apa? biar lo ga mesum bego!" sarkas axelion
Daniel tersenyum tipis, ia beranjak dari duduknya dan ia menarik tangan axelion sehingga tubuh axelion masuk ke dalam pelukannya.
"kau akan pergi, aku pun akan pergi. aku akan merindukanmu, aku tulus padamu, aku minta maaf karena aku kasar padamu." ucapnya dengan lembut tetapi tersirat rasa sedih di dalamnya.
Axelion terdiam dan ia enggan membalas pelukan sang enigma. "gua tau, tapi gimana kalo gua hamil anak lo Daniel? gua ga bisa lewatin sendirian buat ngandung anak lo hikss..."
Daniel mendengar isakan kecil axelion itu semakin mengeratkan pelukannya. "aku akan selalu menjagamu dari jauh, asalkan kau tak terlalu dekat dengan Roy lagi. cut off saja dengan nya okay? dia enigma dan ia bisa saja menghilangkan tanda yang ku buat pada mu. tetapi tanda itu akan menjadi miliknya, setelah tanda milikku menghilang." jelas nya lalu ia melepaskan pelukannya dan mengusap pipi axelion dengan lembut
Axelion mengangguk mengerti tetapi ia merasa sangat sedih dan takut serta ia senang karena dapat kembali. entahlah, ia memiliki perasaan campur aduk seperti es campur saat ini pikirnya.
"sudahlah, jangan menangis okay? semoga saja Tuhan tak memberikan ku keturunan sebelum aku kembali padamu" ucapnya sembari mengelus perut rata axelion yang tertutup oleh kemeja yang dipakai axelion.
Axelion mengangguk dan ia memeluk Daniel dengan erat sembari menyembunyikan wajahnya di tengkuk leher Daniel. "jangan lihat mata gua dulu.. gua jelek banget, gua sering ovt setelah kabur kemarin" ucapnya dengan pelan.
Daniel terkekeh pelan dan ia mengangguk. "baiklah, sesuka hatimu untuk--"
'Brak!!!!' suara pintu terbanting akibat seseorang membukanya terlalu keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love competition [SLOW UPDATE]
SonstigesSinopsis Shady side academy telah kedatangan murid baru yang mengaku sebagai enigma bernama Daniel Prince Rafassya. Axelion Althan Dirgantara dengan teman-temannya selalu membully omega dan Beta yang ada di academy itu tanpa memperdulikan apapun...
![Love competition [SLOW UPDATE]](https://img.wattpad.com/cover/343541147-64-k468121.jpg)