44: kepergian (End S1)

400 16 2
                                        

tap

tap

tap

Suara langkah kaki yang menggema di mansion Keluarga Dirgantara, Garvin selaku kepala keluarga dirgantara serta Vedrick selaku kepala keluarga Prince. mereka berdua telah menunggu seseorang yang akan membicarakan mengenai keberangkatan Daniel ke Rusia untuk esok hari.

Vedrick beranjak dari kursi dan ia memeluk adik nya yang sudah tiba. "kau sudah datang Marvel!" ucap Vedrick.

Marvelion Prince Bryant adalah kakak kandung Vedrick serta ia adalah om nya Daniel tetapi ia lebih suka di panggil Uncle ataupun nama nya dia.

Marvel melepaskan pelukannya dan ia menepuk bahu kakaknya itu dengan pelan. "ho'oh! gua udah datang dongg! gimana? lo ga kangen sama kakak lo yang cakep ini?" ucap Marvel dengan santai

"jaga sikap mu Marvel" ucap Vedrick dengan tegas

Marvel hanya terkekeh pelan dan ia melihat ke arah Garvin yang sedang Garvin melihat dirinya serta Vedrick berbincang tetap diam.

Marvel langsung menyadarinya dan ia duduk di salah satu sofa yang ada, begitupun dengan Vedrick yang duduk di samping Marvel.

"baiklah, Marvel bagaimana dengan Daniel saat ini ?" tanya Vedrick.

"ah.. Daniel?" balas Marvel sembari menatap ke arah kedua orang yang lebih muda darinya.

Mereka berdua mengangguk dan menunggu jawaban Marvel dengan sangat tenang.

"Daniel baik-baik aja, dia lagi tidur buat energi besok" bohong Marvel agar mereka berdua tak panik.

Vedrick mengernyitkan dahi nya tak percaya, tetapi ia melihat wajah Marvel yang begitu serius dan tak ada kebohongan itu. ia mengangguk mengerti. "baiklah, itu bagus jika dia tertidur saat ini. untuk besok kau sudah menyiapkan semuanya di Rusia kan? usahakan saja Daniel kembali kesini tepat ia berumur 25 tahun saja ataupun saat axelion di diagnosa hamil anaknya Daniel " ucapnya dengan tegas

Marvel menatap keduanya dengan ekspresi tenang serta mata tajamnya itu bisa saja mengintimidasi keduanya. "maksud dengan axelion hamil anak Daniel bagaimana? apakah Daniel me--"

"Daniel telah menandai axelion tepat di kelenjar leher anakku, mereka berdua juga sudah pasti melakukan sexs. jadi tak ada kemungkinan jika axelion tak akan hamil" potong Garvin.

Marvel mengangguk mengerti dan ia mengetuk meja dengan pelan. "serahkan saja semuanya padaku, aku akan melatihnya kembali seperti awal nya. tetapi.."

"tetapi apa?" tanya Vedrick yang dibalas anggukan oleh Garvin

"sebenarnya Daniel hanya membutuhkan rasa kasih sayang oleh orang tuanya, apakah kau tak tahu Vedrick? dia sudah lama denganku sejak kecil! dia bersama ku tepat umur 1 tahun setelah dia berhenti menyusu terhadap susu asi milik Sabrina" jelas Marvel sembari mengingat waktu masa lalu.

Vedrick terdiam dan ia tak membalas kembali, sesampainya ia mendengar suara istrinya yang sangat keras.

"apa maksudmu dengan itu hah?!! ia tak mendapatkan kasih sayang orang tua?! maksudmu aku tak berguna?" ucap Sabrina yang baru saja tiba di ruang tamu.

Vedrick beranjak dari kursinya dan ia mendekati istrinya, ia memeluk istrinya sangat erat sehingga Sabrina menangis kembali dipelukan sang suami.

"hikss Vedrick! a-apakah aku tak berguna? i-itu sebabnya Daniel seperti ini? p-padahal aku memindahkannya k-kesana karena a-aku tak ingin d-daniel di perbudak oleh p-pemerintah hiks" ucap Sabrina.

Marvel serta Garvin yang mendengarnya tak bergeming sama sekali.

Marvel beranjak dari sofa dan ia berjalan keluar dari mansion keluarga dirgantara, ia lebih baik pergi ke apartemennya dibandingkan melihat drama pikirnya.

Love competition [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang