31: teman-teman

395 17 1
                                        

"oii bro!!! dari mana aja lo baru kelihatan?"

"tau nih! lo dari mana aja Nathaniel?!"

"Nathaniel habis ngebet keknya selama 3 hari! parah ga bagi-bagi ke gue!"

"oii! kasihan Arjuna tuh! dia kangen ribut sama lo katanya wkwk!"

Arjuna mendengus kesal disaat temannya mengejek dirinya. "apaan sih anjing?!! kagak cokk!!!"

Nathaniel tertawa kecil dengan tingkah teman-teman nya. "udah, gua cuma pergi buat ketemu kak Narendra aja kok" ia pun berjalan ke arah Arjuna dan merangkul bahu Arjuna, sedangkan Arjuna sedikit kaget tetapi ia langsung tersenyum karena temannya kembali.

Jordan melihat Nathaniel yang berada di samping Arjuna dengan teliti dan ia mendapati luka di lehernya. "lo luka kenapa?" tanya nya

Nathaniel terdiam dan ia menaikkan turtleneck yang ia pakai. "gapapa, cuma karena latihan fisik jadi terluka"

"ehhh, kenapa lo anjir?!!

"sumpah! lo kenapa Cok?! yakali latihan fisik sampai luka gini!"

"tau nih! seharusnya luka memar dikit doang di punggung bukan dileher."

Pertanyaan demi pertanyaan yang di lontarkan oleh teman-teman nya, Nathaniel tetap diam dan tak bisa menjawab. sedangkan Arjuna yang berada di rangkulannya itu menatap Nathaniel dengan teliti terlebih lagi ia merasa memang bukan luka latihan fisik melainkan hasil kekerasan.

"udah guys! jangan tanyain dia, kan dia cuma--"

kalimat Arjuna terpotong dikala Sean datang ke arah Nathaniel dan memukulnya dengan keras dan mendorongnya jatuh ke tanah.

'Bugh!! Bughh!!!'

"lo anjing!!!! seharusnya lo kasih tau gua atau ga keluarga axelion. tolol!!!, lo gatau seberapa khawatir nya Tante viona hah?!!!" teriak Sean sembari melayangkan pukulan demi pukulan di wajah, dada, leher, serta perut Nathaniel tanpa di hentikan oleh yang lain.

Kedua temannya axelion yang lain hanya bisa menatap Nathaniel dengan ekspresi datar. sedangkan keenam temannya Nathaniel sekaligus temannya Daniel menatap kedatangan mereka bertiga dengan bingung.

Elzio baru saja datang sehebis membeli kopi, ia melihat Nathaniel di pukuli oleh seseorang tetapi mengapa dia hanya diam saja. 'sialan! ribut ga ngajak-ngajak! aneh tolol!' batinnya.

Zio meletakkan kopinya di atas meja dan ia berjalan ke arah mereka berdua yang sedang adu tonjok di tanah, ia menghela nafas pelan lalu ia menendang tubuh salah satu mereka dengan kencang.

'bughhh!!!' suara tendangan sekaligus jatuh nya tubuh itu ke tanah. Dirasa Nathaniel punya kesempatan untuk membalas, ia pun menindihi tubuh Sean dan ia mencium bibir Sean dengan agresif.

Sean terkejut tak main begitupun dengan teman-teman mereka berdua dan mulai berbisik sesuatu tentang Nathaniel, ia tidak membalas ciuman itu dan yang ia lakukan mendorong tubuh Nathaniel darinya. "umph..menjauh!"

Nathaniel tetap melumat bibir Sean dengan agresif serta ia mengigit bibir bawahnya Sean dengan keras.

Sean meringis perih disaat bibirnya di gigit oleh Nathaniel dan ia secara refleks membuka mulutnya sehingga lidah Nathaniel masuk ke dalam mulutnya."akh! t-tidakh.. umph.." tolaknya diiringi lenguhan kecil

Teman-temannya mereka berdua menatap mereka berdua dengan tidak percaya dan mereka pikir Nathaniel melakukannya dengan sengaja.

"weh gila sumpah!!! Nathaniel woiii udah cium dia nya! kasihan ga ada nafas goblok!!" ucap Elzio dan di angguki oleh Alvino.

Love competition [SLOW UPDATE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang