34: pertemuan & cinta (?)

364 18 1
                                        

Selama 3 jam melakukan perbincangan mengenai keberadaan axelion dan Daniel yang menghilang.

Teman-teman axelion dan Daniel izin pamit kepada Vedrick beserta Sabrina selaku pemilik rumah.

"ayah, bunda. kami semua pulang dulu ya? jangan terlalu khawatir tentang ini. aku yakin mereka akan baik-baik saja" ucap Jordan yang di angguki oleh Nathaniel.

"iya Bun! jangan stress ya? nanti kalo stress cantiknya luntur loh haha" ucap Ardiansyah dengan nada menggodanya.

"nah! setuju tuh! kalo cantiknya luntur kan kasihan om vedricknya, pasti dia bakalan sedih dan kekurangan jatah ngewe haha!" ucap Alvino yang di dapati tamparan keras tepat di pipi kanan nya.

Alvino memegangi pipi kanannya dan ia menatap ke orang yang menamparnya dengan kesal. "apaan sih lo?!!"

"lo! kek om om pedo anjing!" ucap Dion

"pftt..pedo haha! bunda jauh-jauh ya dari Alvino!" ucap Arjuna

"anjir, ga ada yang waras selain Jordan dan gue" ucap Tristan

'plak!' suara tamparan pipi kiri Tristan. "maksud lo apaan ya? jadi, gua sama yang lain ga waras gitu? lo juga ga waras ya anjir!!"

Mereka semua pun tertawa, sedangkan orang tua Daniel hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah laku anak muda.

"sudah-sudah, kalian pulanglah dan hati-hati di jalan ya" ucap Sabrina yang di angguki oleh mereka semua.

"kami pamit ya Bun! yah!"

"hati-hati" ucap Vedrick

Teman-teman axelion dan Daniel pun pergi meninggalkan perkarangan mansion milik keluarga prince.

Mereka berpencar tetapi berbeda dengan kedua insan yang sedang balapan di jalan yang sepi.

suara deru motor antar keduanya terdengar dan mereka berdua saling menatap satu sama lain, untuk melihat siapa cepat yang akan menang menuju tempat tujuan terakhirnya.

Beberapa saat kemudian, salah satu dari mereka menang dan mereka berdua pun menghentikan motornya.

"lumayan" ucap nya.

Orang itu terkekeh pelan dikala ia dipuji akan kemampuannya meskipun seperti meremehkan. "lo juga lumayan Sean manis"

Sean mendengus kesal dengan sebutan 'manis' untuknya. Nathaniel tertawa kecil dengan tingkah Sean dan ia mengusak rambut Sean dengan lembut.

"berhentilah, gua bukan omega" pintah Sean.

Nathaniel menggelengkan kepalanya. "tidak, bagiku kau adalah tetap dirimu. aku tidak peduli kau omega atau tidaknya"

Sean mendengus lagi dan ia menepis tangan Nathaniel yang ada di kepalanya. "gua mau masuk ke rumah, lo ikut kagak? atau mau langsung pulang aja?"

Nathaniel berpikir sejenak dan ia mengangguk. "aku akan masuk, orang tua mu tidak ada kan?"

"sebentar lagi pulang" ucap Sean lalu ia memasuki rumahnya dengan jalan santai.

Nathaniel mengekori Sean di belakangnya dan mereka pun bersenang-senang untuk ngewe eh. maksudnya bermain game.

****

"mattheo! gua mau es cream! beliin dong!"

Mattheo mengangguk dan ia berjalan ke arah abang es cream yang keliling lalu ia membeli 2 es cream rasa matcha dan Strawberry. tau kan abang-abang es cream Campina itu? ^^

"jangan beli banyak-banyak Theo! gua gamau sakit gigi njir!" teriak nya.

Mattheo menghela nafas pelan dan ia membawa 2 es cream untuknya beserta kekasihnya, ia berjalan ke arah kekasihnya yang duduk di kursi taman.

Love competition [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang