56: hati-hati

297 15 0
                                        

"Lo kek anjing! ejek gua lagi, gua bakal pukul kepala lo ya sat!" ancam nya

"bagaimana bisa kau melakukan ini padaku?" Daniel menundukkan kepalanya untuk menatap axelion dengan tatapan memelas.

Axelion mendongak dan ia menampar pipi kanan Daniel dengan keras. 'plak!' setelah itu ia segera mengubah posisinya menjadi duduk.

Daniel memegangi pipi kanannya yang terasa perih akibat tamparan axelion. Daniel kembali menatap axelion dengan tatapan memelas sehingga membuat axelion ingin memukulnya kembali.

""i don't care, don't look at me like that. you're so out of place, bastard!" omelnya

"kau jahat sekali padaku, padahal aku tak salah sama sekali"

"itu salahmu!" ujar axelion dengan tak terima dan axelion kembali menonton televisi.

Daniel menghela nafas pelan, ia menatap axelion yang fokus menonton ke arah televisi kembali. "aku ingin menciummu, berikan aku satu ciuman"

"gua--"

'BRAK!!' suara pintu utama mansion yang terbuka dengan sangat keras.

Mereka berdua terkejut dan langsung menoleh ke arah seorang pria baruh baya yang berdiri di sana.

"DANIEL!!!" teriaknya

Axelion segera bangun dari posisinya dan ia duduk dengan menatap pria baruh baya itu dengan penasaran. "siapa dia?" bisiknya

"pamanku" bisik Daniel

"aku pergi dahulu, aku akan--" lanjut Daniel

"kau axelion? aku tak tahu kau begitu manis" sela Marvel yang tiba-tiba duduk disamping axelion dan membuat Daniel menatap pamannya dengan tajam.

Axelion tertawa canggung, sedangkan Daniel memiliki suasana hati yang buruk dan terus menatap Marvel dengan tatapan tajamnya.

Marvel menyadari tatapan tajam itu, ia mengambil bantal sofa dan melemparkannya tepat di wajah Daniel.

'Bugh!'

Daniel memejamkan matanya, ia memegang bantal sofa yang tadi dilemparkan oleh marvel.

"oww" axelion menutup mulutnya, karena ia sangat tercengang

"itu salahmu, karena kau menatap paman mu dengan tatapan tajam itu"

"paman, kau--"

"Lo diem dulu deh" sela axelion

Daniel mencibir tak terima, karena ia merasa axelion lebih membela Marvel dibandingkan dirinya.

"axelion, mengapa kau membelanya?" rengeknya 

"karena dia pamanmu"

"dia hanya pria tua yang tak menikah-menikah" sindir Daniel sembari menatap Marvel dengan ekspresi datar.

Marvel mendengus dingin, ia menatap Daniel dengan ekspresi datarnya. "memangnya kau sudah menikah huh?"

"sebentar lagi, aku akan menikah dengan axelion" Daniel mengatakannya dengan nada penuh kepercayaan diri sembari menepuk dadanya bangga.

'BUGH!!'

Axelion memukul rahang tegas Daniel dengan keras sehingga Daniel terjatuh ke lantai. "apa? aku tak pernah menerima lamaranmu!"

Marvel tertawa keras melihat keponakannya di pukul oleh axelion, ia menepuk tangan bangga pada axelion.

'Prok!'

'Prok!'

'Prok!'

"bagus! aku bangga padamu!"

Love competition [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang