26: milik

577 25 1
                                        

Selesai melakukan panggilan, Daniel pun kembali ke kamar nya dan ia menutup pintu kamarnya dengan rapat. ia juga melihat axelion sedang fokus membaca buku yang ia sediakan agar axelion tidak bosan.

Axelion melirik sekilas ke arah Daniel yang baru saja masuk ke dalam kamar dan ia menghela nafas pelan. setelah itu, ia kembali fokus membaca sekaligus mengabaikan Daniel yang kini sudah berada di sampingnya.

Daniel naik ke atas kasur dan ia membaringkan tubuhnya di kasur dengan paha axelion sebagai bantalannya.

'kontol! ngapain dia harus kek gini goblok?!' batin axelion meronta-ronta karena hal ini tetapi dia tetap mengabaikannya.

Daniel membalikkan tubuhnya kearah perut rata axelion dan ia memeluk pinggang alpha itu dengan erat. "aku tau kau sedang membicarakan diriku, jangan berpura-pura bahwa kau tidak menyukaiku disini" ucapnya.

Axelion mendengus pelan dan ia menutup buku nya. Setelah itu, ia memukul kepala Daniel dengan buku yang ada di tangannya. "bacot! jangan sok tau goblok! lo lepas dari tubuh gua jancok!!!" omelnya.

Daniel meringis pelan sembari memegang dahi nya yang terasa sakit akibat pukulan axelion. 'ah, sialan! bagaimana bisa seperti ini?' pikirnya.

"sakit kan!??! siapa suruh lo ngelakuin gua kek binatang?! gua ga peduli sama persaingan lo sama Roy! yang penting gua happy dan banyak duit aja anjir! kalo lo berdua lengah, gua juga bisa nikah sama omega cantik!" ucap axelion dengan nada ketus sekaligus perasaan percaya diri.

Daniel memasang ekspresi datarnya dikala ia mendengar ucapan itu. meskipun di balik ekspresi datar ini, ia tidak menyukainya dan terkejut.

Daniel bangun dari baringnya, ia duduk di samping axelion dan ia memeluk axelion dengan erat. "kamu tidak akan bisa nikah sama omega, karena kamu akan tetap menjadi milikku."

Axelion membiarkan Daniel memeluknya dan ia enggan membalas pelukan itu. "bacot! malak milik malak milik apaan sih? gua ya milik gua! bukan milik lo ataupun Roy! lo tolol atau gimana?!!"

Daniel menggeram pelan dan ia pun melepaskan pelukannya lalu ia menatap axelion dengan tatapan tajamnya. "I don't care what you say Axelion! If I said you're mine. then, you'll still be mine!! Not anyone else's! you can still belong to yourself. But, you are mine in social status later" ucapnya dengan nada tegas.

Axelion mendengus kesal dan ia pun menampar pipi kanan Daniel sehingga sang empu menoleh ke arah kiri. "what do you mean by 'mine'?! i never agreed to that, damn it!" ucapnya dengan nada kesal.

Daniel menghela nafas pelan, ia mengabaikan rasa sakit yang ada di pipi nya dan ia pun memegang pundak axelion dengan keras. "I know, you don't agree!. You will still be mine Axelion.. I know my way is wrong but I am sincere with you compared to the same incident like before!"

Axelion tersentak kaget dan ia pun membiarkan Daniel memegangi pundaknya. "apa maksudmu dengan kejadian sebelumnya?" tanya axelion dengan sedikit bingung dan penasaran.

Daniel terdiam dan ia tidak memberikan jawaban pertanyaan axelion, melainkan ia memeluk axelion dengan erat serta membenamkan kepalanya di tengkuk leher axelion.

Axelion terkejut tetapi ia membiarkannya saja, karena percuma saja jika dia terus memberontak dan ia pun merasakan nafas lembut Daniel menerpa kulitnya. 'sial, posisi ini seperti suami sedang menenangkan istrinya anjing...!!!' pikirnya

****
S

aat ini, jam telah menandakan pukul 16:00 dan seorang pria yang tampan nan seksi ini turun dari kamar nya menuju ke ruang tamu yang ada orang tua nya. "mama, papa. aku akan pergi ke markas okay? aku ada urusan dengan Narendra" ucap sang anak


"baiklah, tetapi Roy harus hati-hati di jalan okay? kita berdua harus tetap kembali ke rumah keluarga dirgantara nanti ya sayang" ucap sang mama

Roy mengangguk paham dan ia menatap papa nya yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan sulit ia pahami. 'apakah ada terjadi sesuatu?' pikirnya.

Nicholas menghela nafas pelan dan ia melemparkan sebuah foto ke meja, Roy bisa melihat foto itu yang terdapat dirinya dan axelion sedang berciuman.

'sial! bagaimana bisa papa mendapatkan foto itu?!' pikirnya dengan perasaan penuh keterkejutan

Nicholas mengetuk foto itu dengan pelan dan ia menatap anaknya dengan serius sekaligus tegas. "bisakah kau menjelaskan ini Roy?" tanya nya dengan nada tegas

Roy mengangguk dan ia pun duduk di samping sang papa nya lalu ia memegang foto itu. "aku akan menjelaskannya, tetapi kau jangan menghalangiku setelah ini" ucapnya dengan nada rendah.

Kayla menatap suami dan anak keduanya dengan bingung. "apa yang terjadi sebenarnya?" tanya nya

Nicholas menggeram pelan dan ia mengangguk lalu ia menatap istri cantiknya. "bisakah kau pergi dari sini? aku dan Roy akan membahas suatu hal sayang" ucapnya dengan nada lembut.

"mengapa aku tidak boleh tau?!!!! aku mamanya! aku yang melahirkannya! seharusnya aku tau masalah ini!" gertak Kayla kepada Nicholas

Nicholas menghela nafas pelan dan ia melirik ke arah anak kedua nya untuk menyuruh istrinya pergi.

Roy paham dengan lirikan tersebut, ia tersenyum ke arah mama nya. "lebih baik mama tidak usah ikut ya? ini soal pekerjaanku saja" bohongnya

"benarkah?" tanya Kayla dan ia mendapati anggukan dari anaknya.

Kayla menghela nafas pelan dan ia pun beranjak dari sofa, setelah itu ia pergi meninggalkan anak dan ayah itu.

Nicholas menatap kepergian istrinya dengan lega dan ia kembali menatap anaknya dengan tegas. "jelaskan sekarang!"

"aku memang menciumnya, aku tertarik dengannya semenjak 1 sekolah menengah pertama. awalnya semuanya berjalan lancar, tetapi saat itu Rut ku datang dan aku melakukan sexs bersama axelion dengan cara aku memberikan obat tidur ke minuman axelion yang sedang bermain denganku serta yang lain." jelasnya lalu ia menjeda kalimatnya.

"lalu apa yang terjadi?" tanya Nicholas

"Axelion mengatakan bahwa ia sangat mengantuk dan aku membawanya ke apartemenku, aku yang sudah tidak bisa menahan Rut ku hal 'itu' pun terjadi. Aku sengaja mengambil foto kejadian itu, agar aku bisa mengingatnya serta menandakan bahwa axelion pernah menjadi milikku selama semalam. Keesokan harinya, aku memberikan axelion suatu suntikan yang dapat membuat axelion lupa dengan kejadian itu dan aku melakukan cara manipulasi pikiran axelion" jelas nya kembali

Nicholas menatap anaknya dengan tidak percaya 'apa tadi? manipulasi? sekaligus ia bajingan untuk mendapatkan istri nya di waktu ia muda tetap saja ia tidak pernah memanipulasi istrinya!'.

Roy paham dengan tatapan itu, ia tersenyum dan mengambil foto itu kemudian ia beranjak dari sofa dan pergi dari rumahnya.

Nicholas menatap kepergian anaknya dengan marah sekaligus tidak percaya mengenai yang diucapkan oleh anaknya. 'mengapa hal ini terjadi? apa salahku di masa lalu? aku tidak tahu anakku akan sebajingan ini juga' pikirnya

TBC

Love competition [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang