Asteria Arabelle memiliki lebih dari satu suami. Bukan suami sah, melainkan suami kontrak. Asteria membuka jasa Wife Rent yang dimana hanya asteria lah yang menjadi talent nya. Pada hari senin & kamis, Asteria akan menjadi istri kontrak dari Niskala...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Asteria dibuat kebingungan saat melihat mobil milik Vian kini berada di hadapannya dan Justin. Pria yang selalu memakai pakaian rapi itu keluar dari mobil, menghampiri Asteria dan Justin dengan senyuman.
"Sorry, gue telat, Tin," ucap Vian dengan nada santai, meminta maaf pada Justin.
"Hai, Vian? Kamu ngapain di sini?" tanya Asteria dengan dahi berkerut, matanya penuh tanda tanya.
"Gue yang nelpon, Vian. Gue minta bantuan sama dia buat jemput kita," kata Justin, mematahkan kebingungan Asteria.
Asteria menatap Justin penuh selidik. Suaminya memang selalu penuh kejutan. Sejak kapan Justin dan Vian bisa sedekat ini? Bukankah seharusnya mereka tidak akur, mengingat status Vian yang pernah menjadi 'suami palsu' Asteria?
"Iya, Bel. Tadi Justin yang nelpon aku. Ayo, masuk? Udah mendung, takut keburu hujan," ujar Vian sambil melirik ke arah langit yang dipenuhi awan kelabu.
Asteria memandangi langit malam, yang lebih terlihat banyak awan gelap.
"Ayo, Bel? Masuk," perintah Justin yang kini sudah membukakan pintu mobil Vian.
Asteria tidak mendebat, dia mengikuti perintah Justin. Kakinya juga sudah cukup pegal karena harus berjalan.
Tidak lama dari itu, Vian dan Justin ikut masuk ke dalam mobil. Justin duduk di depan, di sebelah Vian yang mengemudi. Sebenarnya masih ada tanda tanya besar tentang kejadian ini? Namun Asteria memilih untuk menutup mulutnya.
**
"Jadi, setelah ini, apa rencana kalian?" Vian tidak bisa tetap menutup mulutnya, dia benar – benar ingin mengetahui rencana pasangan suami istri ini untuk kedepannya.
Vian sudah tahu alasan Justin tiba-tiba meminta bantuannya. Sebagai seseorang yang enggan terlibat tanpa alasan jelas, Vian hanya mau membantu karena ada Asteria di dalamnya. Tidak mungkin ia membiarkan wanita yang masih ia cintai berada dalam kesulitan.
"Aku belum punya rencana, aku ... hanya akan mengikuti semua rencana Justin. Aku percaya Justin udah siapin rencana yang baik untuk kita," jawab perempuan yang dia cintai dengan pelan.
Hati Vian terasa nyeri mendengar jawaban itu. Betapa beruntungnya Justin mendapatkan kepercayaan sebesar itu dari Asteria. Namun, meski hatinya sakit, Vian tetap menyembunyikannya dengan senyum tipis.
"Kalau kalian butuh tempat untuk tinggal, kalian bisa tinggal di rumah aku," ujar Vian menawarkan bantuan.
"Makasih sebelumnya, tapi gue udah punya rencana, di mana nanti gue dan istri gue akan tinggal." Jawab Justin dengan menekankan kata "Istri".
Vian mengangguk kecil. "Iya, siapa tahu lo berubah pikiran. Gue enggak keberatan kalau kalian mau tinggal di tempat gue."
Vian benar – benar merasa tidak keberatan jika Asteria dan Justin harus tinggal di rumahnya. Setidaknya jika Asteria tidak bisa menjadi miliknya, Vian masih bisa melihat wajah Asteria di setiap harinya, meski Asteria harus bersama Justin.