Aleia Saraswati, seorang guru sejarah yang tiba-tiba terbangun dalam tubuh Aleia Sheeqa, karakter antagonis dalam novel terkenal "Azkia Mengejar Cinta". Aleia Sheeqa, yang selama ini dikenal sebagai pengacau dalam kisah cinta Akhtar dan Azkia, hidup...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*Normal Pov*
Arshaka masuk ke kamarnya dan mendapati istri dan anaknya sedang berbaring bersiap untuk tidur siang.
"Leher mama kenapa?" tanya Rafka sambil melihat leher Aleia.
Aleia langsung memegang lehernya dengan gugup. Arshaka juga ikut melihat leher Aleia dan benar ada bekas kemerahan seperti gigitan. Arshaka langsung masuk kamar mandi saat Aleia menatapnya tajam.
Arshaka keluar dari kamar mandi dan ikut bergabung dengan istri dan anaknya di ranjang.
Rafka membuka matanya dan melihat Arshaka yang ada di sebelah ibunya. "Tidur, Rafka." Ucap Arshaka pada Rafka.
"Ngantuk, Pa. Mama sudah tidur."
"Iya. Mama kecapekan. Ayo tidur. Nanti Mama marah."
"Papa jangan berubah ya—" Rafka menatap Arshaka dengan pandangan yang bermakna sambil menahan tangan ayahnya.
Rafka pun akhirnya tertidur. Arshaka memandangi wajah putranya. Dia teringat permintaan putranya sebelum tidur.
Arshaka mengelus rambut putranya. Arshaka samar-samar melihat bekas luka di pelipis Rafka yang tertutup rambut.
Arshaka ingat, luka itu karena dirinya. Luka itu didapat Rafka saat berumur 2 tahun.
Saat ini, Rafka kecil menghampiri ayahnya dan mengajak bermain, tapi Arshaka ingin pergi ke kantor.
Arshaka sudah menolak dan Rafka tetap memaksa dengan cara memeluk kaki Arshaka. Arshaka yang marah pun menendang Rafka kecil sampai kepala Rafka terbentur meja.
Arshaka pergi tanpa menoleh dan perduli kondisi putranya. Bu Ida yang saat itu menolong Rafka kecil dan mengobati Rafka seorang diri.
Arshaka teringat, tanpa mendengarkan tangisan putranya, ia langsung pergi ke kantor dan meninggalkan Rafka begitu saja. Ibu Ida juga lah yang membesarkan Rafka.
"Rafka... Maaf." Ucap Arshaka pelan untuk putranya.
"Waktu itu, pasti sangat sakit." Ucap Arshaka lagi sambil menyesal.
***
Makan malam di mana Arshaka kali ini berbeda dari biasanya, karena ada Diwangkara. Kursi yang biasa ia tempati, sekarang ditempati oleh Diwangkara. Arshaka menempati tempat Aleia. Aleia bergeser ke sebelah Arshaka, dan Rafka tetap di tempatnya.
"Makanannya sangat enak. Chef-mu sangat berbakat." Puji Diwangkara.