Aleia Saraswati, seorang guru sejarah yang tiba-tiba terbangun dalam tubuh Aleia Sheeqa, karakter antagonis dalam novel terkenal "Azkia Mengejar Cinta". Aleia Sheeqa, yang selama ini dikenal sebagai pengacau dalam kisah cinta Akhtar dan Azkia, hidup...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Norman Pov...
Pagi hari, sinar matahari menyusup lembut ke dalam ruang rawat Aleia melalui tirai tipis yang sedikit terbuka. Udara segar pagi hari membawa harapan baru bagi Aleia yang sedang menjalani perawatan intensif.
Arshaka sudah berdiri dengan setelan jas kerjanya, siap untuk berangkat ke kantor. Namun sebelum meninggalkan rumah sakit, ia menyempatkan untuk menyuapi Aleia sarapan.
Aleia tersenyum, hatinya menghangat mendapatkan perhatian dari Arshaka yang tidak pernah ia dapatkan.
"Aku akan berangkat sekarang." Kata Arshaka setelah selesai menyuapi Aleia.
"Pamit duluan, abang nanti." Dambung Arshaka.
"Iya." Jawab Aleia sambil mengangguk.
Tidak lama setelah Arshaka pergi, Diwangkara datang. Ayah mertua datang membawa senyum tipis untuk menenangkan kamar. "Selamat pagi, Nak. Bagaimana perasaanmu hari ini?" Ucap Diwangkara penuh penyayangan.
Diwangkara mendekat, tempat baru dan duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur. "Bagaimana keadaanmu, Nduk?"
"Sudah lebih baik, Romo. Rafka kesekolahan sama siapa?"
"Tadi Romo antar Rafka kesekolah sebelum berangkat."
"Terimakasih ya Romo sudah menjaga aku dan Rafka waktu Arshaka di kantor." Aleia benar-benar mengucapkan terimakasih.
Diwangkara menatap menantunya. "Kamu itu seperti sama siapa saja, Al. Arshaka sangat mengkhawatirkanmu saat kamu koma, tapi dia menyembunyikan perasaannya itu dan terlihat biasa saja. Arshaka lupa bahwa dia bisa menipu siapapun kecuali Romo."
Aleia terkejut dan tidak percaya. "Aleia tidak percaya, Romo." Aleia sering masuk rumah sakit dan Arshaka tidak peduli.
"Arshaka mengkhawatirkanmu, Indue. Sekarang dia selalu menemanimu kan?" ucap Diwangkara mencoba meyakinkan menantunya. Aleia menggeleng pelan, tatapan tidak percaya yang mendominasi wajahnya.
"Arshaka dibesarkan dan terbebani dengan didikan yang sangat keras sebagai pewaris keluarga. Dia harus kuat dan tegas dalam tindakan dan hati. Itulah sebabnya dia menjadi kaku, dingin, dan kejam."
Aleia mendengarkan dengan antusias cerita ayah mertuanya. Ini pertama kalinya dia mendengar cerita masa kecil Arshaka.
"Romo dulu tidak bisa melawan ayah marhum kamu yang sangat berkuasa. Kesalahan Romo adalah tidak mengajarkan tentang cinta pada Arshaka." Ucap Diwangkara penuh penyesalan.
Aleia menunduk, menampung rasa cerita itu.
"Romo pernah menemukan warna baru dalam hidupnya saat jatuh cinta." Ucap Diwangkara tiba-tiba.
Aleia sedih mendengarnya, karena dia tahu, bukan dia yang dicintai Arshaka, tapi Azkia.
Melihat perubahan ekspresi menantunya, ia tersenyum. "Kamu tahu kenapa Romo merestui pernikahan kalian?"