CHAPTER 25

3.9K 234 17
                                        

*Normal Pov*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*Normal Pov*

Ruangan itu sunyi dan menekan. Dindingnya didominasi warna hitam arang dengan pencahayaan redup yang sengaja dibuat tidak merata, menciptakan bayangan tajam di sudut-sudut ruangan. Aroma asap cerutu dan kayu tua bercampur di udara, menambah kesan pengap dan berbahaya.

Di tengah ruangan, sebuah meja panjang berwarna hitam legam menjadi pembatas dua sosok yang duduk saling berhadapan. Tidak ada senyum. Tidak ada basa-basi.

Seorang laki-laki bertubuh tinggi dengan rahang tegas dan sorot mata dingin duduk bersandar santai, namun jelas penuh ancaman. Di seberangnya, seorang perempuan duduk dengan punggung tegak, dagu terangkat, tatapan tajam tak kalah angkuh.

Keduanya sama-sama mengenakan pakaian hitam. Namun perempuan itu memiliki ciri khas yang mencolok—rambut panjang berwarna hitam dengan semburat merah di beberapa helai, seperti api yang tersembunyi di balik kegelapan.

 Namun perempuan itu memiliki ciri khas yang mencolok—rambut panjang berwarna hitam dengan semburat merah di beberapa helai, seperti api yang tersembunyi di balik kegelapan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Ilustrasi Rambutnya dan tatanan rambutnya)


"After burning my things, you are very brave to come here Miss." (Setelah membakar barangku, kamu sangat bernyali untuk datang ke sini Nona) Kata si laki-laki dengan suara yang berat. Nada suaranya rendah dan berbahaya, matanya menyipit tipis seolah sedang menilai apakah perempuan di depannya layak hidup atau mati.

"Of course, Mr. Lucian Graves. You're smuggling your goods into my country. I really don't like it because it will corrupt my country's youth." (Tentu saja Tuan Lucian Graves. Anda menyeludupkan barang Anda ke negara saya. Saya sangat tidak suka karena barang itu akan merusak anak-anak muda di negara saya) Jawab si perempuan sambil tersenyum. Senyumnya tipis, dingin, tanpa rasa takut sedikit pun, seakan ancaman Lucian hanyalah angin lalu.

"I also know that you kidnapped my son, withdraw your men and stop cooperating with the Blood Lotus." Saya juga tahu bahwa Anda menculik putra saya, tarik anak buah mu itu dan berhenti bekerja sama dengan Teratai Darah) Sambungnya. Nada suaranya berubah lebih tajam, matanya mengunci Lucian tanpa berkedip.

"How dare you order me around Miss Aleia Sheeqa Erlangga!!" (Berani sekali Anda memerintah saya Nona Aleia Sheeqa Erlangga!!) Lucian bangkit setengah dari kursinya, telapak tangannya menghantam meja keras, urat lehernya menegang oleh amarah yang mendidih.

Antagonist CoupleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang