CHAPTER 7

12.1K 525 10
                                        

*Normal Pov*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*Normal Pov*

Di hari senin yang indah ini Aleia pergi ke kantor setelah mengantar Rafka ke sekolah. Saat ibu mengecek berkas ada yang mengetuk pintu ruang kerja Aleia.

"Masuk."

"Kak." Aleia melihat ke arah pintu. Akhtar berjalan ke arahnya.

"Kenapa?"

"Kamu udah lama ya yab ke apartemen ?"

"Apartemen?" Aleia mengernyit Mendengar pertanyaan Akhtar.

"lya. Apartemen mu. Kemaren aku kesana. Biasanya kakak kalau hari minggu ngabisin waktu di sana." Jawab Akhtar.

'Aleia punya apartemen ternyata.' Kata Aleia dalam hati.

"Setelah masuk rumah sakit terakhir kali, ingatanku ada yang hilang."

"Parah?" Akhtar terlihat khawatir.

"Nggak. Kasih tahu alamat apartemenku."

"Iya."

"Tulis di sini." Aleia memberikan secarik kertas.

"Iya." Akhtar menerima keras itu. Akhtar mengambil pena dan mulai menuliskan alamat apartemen milik Aleia.

"Ada apa ke sini?" Tanya Aleia saat Akhtar selesai menuliskan alamat apartemennya.

"Gimana kalau aku bunuh Arshaka?"

"Jangan coba-coba!! Aku nggak mau jadi janda! Rafka juga masih kecil!" Aleia menatap Akhtar tajam.

"Santai. Aku cuman ngetes kakak. Apa kakak masih cinta sama dia atau enggak." Balas Akhtar panik karena tatapan tajam Aleia.

"Cinta?" Guman Aleia yang mampu didengar oleh Akhtar.

"Sepertinya kakakku ini benar-benar lupa ingatan. Kamu itu cinta mati sama Arshaka. Ceritanya panjang. Lebih baik kakak baca Diary kakak yang ada di apartemen." Akhtar menjelaskan.

"Aku juga mau minta tolong kakak. Jangan biarkan Arshaka mengasuh di hari pernikahanku. Jika tidak aku akan membunuhnya dan kakak harus bilang padaku kalau Arshaka menyakitimu lagi."

***

*Aleia pov*

Aku berdiri tepat di depan pintu apartemen milik Aleia yang asli. Aku tempelkan ibu jariku potong-potong deteksi. Apartemen ini dilengkapi dengan password dan sidik jari.

Setelah dulu terbuka aku masuk dengan perlahan. Aku terus berjalan sambil memandangi sekitar. Tiba di ruang keluarga aku duduk di sofa.

"Di ruang tamu sampai ruang keluarga sekolah dengan foto-foto Arshaka dan Rafka. Bahkan di ruang keluarga ada foto pernikahan Aleia dan Arshaka, juga ada foto Rafka saat bayi."

"Kamu benar-benar mencintai Arshaka dan Rafka, tapi kenapa kamu membuat image sangat penting mereka. Aleia, kamu benar-benar membuatku bingung."

Aku berdiri dan berjalan ke arah sebuah ruangan. Di ruangan tersebut hanya ada kamar kosong. Aku langsung menggeledahnya dan tidak ada apapun di sana.

Antagonist CoupleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang