Aleia Saraswati, seorang guru sejarah yang tiba-tiba terbangun dalam tubuh Aleia Sheeqa, karakter antagonis dalam novel terkenal "Azkia Mengejar Cinta". Aleia Sheeqa, yang selama ini dikenal sebagai pengacau dalam kisah cinta Akhtar dan Azkia, hidup...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*Normal Pov*
Pagi-pagi sekali Aleia sudah pergi ke kantor Erlangga Group. Langit masih berwarna keabu-abuan, embun tipis menempel di kaca mobil hitam yang membawanya menuju gedung megah dengan logo EG yang berdiri kokoh di depan lobi utama.
Langkah Aleia mantap, berbalut setelan hitam elegan yang membuat pesonanya semakin tegas dan dingin. Meski wajahnya lembut, ada sorot tajam di matanya—seperti seseorang yang menyembunyikan badai di balik senyum tenang.
Di lobi perusahaan sudah ada Sebastian yang menyambutnya. Pria itu menundukkan kepala hormat begitu Aleia melangkah keluar dari lift pribadi. “Selamat pagi, Nona Aleia.”
Aleia tidak banyak bicara. Ia hanya mengangguk kecil, lalu berjalan melewati koridor panjang menuju ruang kerjanya di lantai tertinggi. Langkah sepatu haknya bergema, diikuti oleh Sebastian yang selalu setia mendampingi.
Ruangan itu luas, berdesain modern dengan kaca besar yang menampilkan pemandangan kota. Di atas meja, sebuah laptop dan beberapa berkas rahasia sudah tertata rapi. Aleia menaruh tasnya, melepas mantel, dan duduk di kursi putar.
“Jadi penyelidikan apa yang sudah kamu dapatkan di sarang musuh?” Tanya Aleia begitu masuk ke ruang kerjanya. Suaranya datar, tapi mengandung tekanan yang membuat Sebastian segera membuka map hitam di tangannya.
“Damian Navarel Wiranata.” Sebastian menatap Aleia lurus. “Memang sebagai dalang penyerangan di pernikahan Tuan Akhtar. Benar bahwa Damian Navarel Wiranata terobsesi pada Nona Azkia. Selama ini dia diam karena Tuan Arshaka selalu bertindak, dan karena Tuan Arshaka diam, jadilah dia bertindak.”
Aleia mengetuk-ngetuk meja dengan jari telunjuknya, mencerna setiap kata yang diucapkan Sebastian. “Apa Arshaka akan menjadi salah satu targetnya selanjutnya?”
“Tentu saja.” Jawab Sebastian cepat. “Dia memanfaatkan Tuan Arshaka untuk memisahkan Tuan Akhtar dan Nona Azkia, setelah itu dia akan membunuh Tuan Arshaka dan memiliki Nona Azkia.”
Aleia menatap layar komputer di depannya, menampilkan beberapa foto dan data intel yang dikumpulkan Sebastian. Ia mengerutkan kening, matanya menajam. “Tuan Wiranata baru meninggal tiga bulan yang lalu bukan? Apa ini ada kaitannya dengan Damian? Kita tahu bahwa keluarga Wiratama juga bergerak di dunia bawah, ya walaupun mereka tidak tahu identitas kita di dunia bawah.” Kata Aleia.
“Anda benar sekali, Nona.” Sebastian menjawab tanpa ragu. “Damian yang membunuh Tuan Wiranata, ayahnya sendiri. Dia bukan hanya tidak tahu identitas kita, tapi juga identitas keluarga Alaster. Walaupun keluarga Alaster sudah berhenti di dunia bawah, tapi nama kelompok mafia mereka masih disegani. Apalagi nama Tuan Arshaka di dunia bawah, beliau sudah berkecimpung di dunia bawah sejak kecil karena dipersiapkan oleh kakeknya untuk memimpin dunia bawah.” Jawab Sebastian.
Hening sejenak. Aleia menatap ke luar jendela, pikirannya berputar cepat. Arshaka. Nama itu kembali membuat hatinya bergetar.
“Lalu apa rencana dia selanjutnya?” Suaranya lebih pelan, namun tegas.