Aleia Saraswati, seorang guru sejarah yang tiba-tiba terbangun dalam tubuh Aleia Sheeqa, karakter antagonis dalam novel terkenal "Azkia Mengejar Cinta". Aleia Sheeqa, yang selama ini dikenal sebagai pengacau dalam kisah cinta Akhtar dan Azkia, hidup...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*Normal Pov*
Pesta itu sangat meriah. Tapi ada pasangan yang memilih untuk menyingkir dari keramaian itu.
"Aku masih gak nyangka kalau Aleia itu sepupu kamu mas." Katanya dengan melihat dimana tempat Arshaka dan Aleia.
"Ya sayang, kamu sepupu. Tidak ada yang berani membantahnya, termasuk Kak Alfath." Balas pasangannya.
"Kak Alfath memang yang tertua secara umur, tapi Kak Aleia itu tertua secara silsilah keluarga Erlangga. Kak Alfath dan Kak Alfita juga memanggilnya dengan kakak, karena dua cucu dari anak pertama eyang. Kamu juga harus memanggilnya kakak." Sambungnya sambil terus memandang sang istri.
Keluarga Erlangga masih sangat menjunjung tradisi, apalagi untuk nama panggilan. Bukan di lihat dari umur mereka, tapi dari umur orang tua mereka di keluarga ini.
"Pasti aneh deh Mas, kita kan dari dulu satu angkatan. Tapi aku akan coba."
"Bagus, Azkia sayangku."
Lampu ballroom perlahan meredup. Cahaya kristal dari lampu gantung besar di langit-langit memantulkan kilau lembut, menciptakan suasana elegan dan intim. Musik orkestra mulai mengalun pelan—nada klasik yang anggun, menandai dimulainya sesi dansa.
Para tamu undangan saling berpandangan, lalu satu per satu pasangan melangkah ke tengah ballroom. Gaun-gaun hitam berkilau, jas-jam mahal, dan perhiasan mewah bergerak seirama dengan musik.
Akhtar dan Azkia tidak ikut berdansa, lebih tepatnya tidak berminat.
"WOW... Arshaka! Mas lihat." Azkia menepuk bahu suaminya dengan heboh dan menunjuk Arshaka yang sedang berlutut di depan istrinya. Akhtar juga melihat dengan pandangan terkejut.
"Hubungan mereka semakin baik." Kata Akhtar yang ikut bahagia melihat pasangan itu mulai berdansa.
Azkia menarik tangan suaminya dan berjalan ke lantai dansa. "Sayang. Mau apa?" Akhtar tentu saja protes saat ditarik istrinya.
"Dansa. Jangan mau kalah sama pasangan yang udah lama. Kita kan pasangan baru." Jawab Azkia dengan terus berjalan. Akhtar hanya mengikuti keinginan istrinya, lagi pula ini bagus.
"Tadi gak minat, kenapa sekarang antusias?" Goda Akhtar saat mereka sudah mulai berdansa mengikuti alunan musik.
"Liat Arshaka dan Aleia, aku jadi pengen. Mereka sweet banget." Azkia menjawab sambil menunduk. Dia malu.
"Kakak, sayang. Kamu harus coba panggil Kak Aleia dan Kak Arshaka." Kata Akhtar sambil berbisik tepat di telinga istrinya.
"Iya. Kak Aleia dan Kak Arshaka."
"Pintarnya istriku." Setalah mengatakan itu Akhtar mencium puncak kepala istrinya dengan gemas.
Dagu Akhtar berada tepat di puncak kepala istrinya dan berulang kalau Akhtar menciumnya. Mata Akhtar bertemu dengan mata tajam musuhnya. Tatapan itu adalah tatapan ketidak sukaan. Akhtar merespon dengan biasa saja, tidak marah ataupun membalas dengan tajam juga.