CHAPTER 19

5.6K 258 51
                                        

*Normal Pov*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


*Normal Pov*

Pagi yang cerah menyelimuti mansion megah Keluarga Alaster. Suara burung sayup-sayup terdengar.

Hari ini Aleia tidak ingin membuat sarapan. Koki menghidangkan pancake dengan sirup maple yang menggiurkan, buah-buahan segar, segelas susu, serta secangkor kopi dan teh di meja makan.

Rafka sudah duduk di ruang makan dengan mengenakan seragam sekolah yang rapi. Tidak lupa Tuan dan Nyonya Alaster yang sudah rapi dengan stelan kerja masing-masing.

"Maaf Romo telat." Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang.

Sarapan berlangsung dengan tenang hanya diselingi percakapan singkat.

Setelah sarapan mereka akan beraktivitas masing-masing. Aleia kesal saat tiba di depan mansion karena mobilnya belum siap, padahal kemarin malam dia sudah meminta supir untuk menyiapkan mobilnya.

“Berangkat denganku.” Ucap Arshaka dengan suara datar berdiri di samping Aleia.

Aleia melirik Arshaka di sebelahnya dengan terkejut. "Denganmu?"

“Hm.” Gumam Arshaka.

Rafka sudah berdiri siap menuju mobil Arshaka, karena dia diantar sekolah oleh sang papa. Arshaka tanpa banyak menyusul sang putra meninggalkan Aleia yang masih terdiam.

Di belakangnya, Diwangkara sang ayah mertua tersenyum melihat interaksi anak dan menantunya. "Sudah sana berangkat. Ini bagus kan, Arshaka inisiatif mengantarmu.”

Aleia menarik napas selalu tersenyum pada ayah mertuanya. “Iya, Romo. Aleia pamit. Assalamualaikum.”

Aleia menyalami ayah mertuanya. “Waalaikum salam.”

Aleia masuk ke dalam mobil, dan duduk di samping suaminya yang sudah duduk di kursi pengemudi.

Arshaka mengantar Rafka terlebih dahulu dan telah memastikan Rafka masuk ke sekolah dengan aman. Barulah Arshaka melanjutkan mobilnya ke kantor perusahaan Aleia.

Sepanjang perjalanan keduanya tidak banyak berbicara. Aleia duduk menikmati pemandangan kota yang sibuk, sesekali melirik Arshaka yang serius menyetir.

Arshaka menghentikan mobilnya tepat di depan lobby perusahaan. Aleia refleks menoleh, lalu mengulurkan tangannya pada Arshaka.

Arshaka melihat tangan Aleia, lalu bertanya singkat. “Salim?”

“Iya.” Jawab Aleia sambil mengangguk.

Arshaka menyambut uluran tangan Aleia dan membiarkan sang istri mencium punggung tangannya, saat bibir Aleia menyentuh punggung tangannya,  Arshaka merasakan perasaan yang tak bisa dijelaskan.

"Assalamualaikum." Pamit Aleia yang sudah membuka pintu mobil.

"Waalaikumsalam." Jawab Arshaka dengan melihat sang istri keluar dari mobil.

Antagonist CoupleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang