CHAPTER 16

10.7K 381 21
                                        

*Normal Pov*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*Normal Pov*

Arshaka sengaja datang ke rumah sakit saat jam makan siang, agar bisa membantu Aleia makan siang. Dia membuka pintu dengan perlahan dan di sana, dia melihat Aleia dan Akhtar sedang mengobrol.

Arshaka ingin mengetahui apa yang keduanya bicarakan.

"Ceraikan Arshaka."

Mendengar perkataan Akhtar, amarah Arshaka naik. Dia tidak bisa menerima Akhtar meminta Aleia untuk menceraikannya.

"Kami tidak akan bercerai!!" Ucap Arshaka dengan suara berat menahan amarah.

Aleia dan Akhtar terkejut dengan kedatangan Arshaka. Arshaka masuk dengan menekan amarahnya, tatapan tajamnya langsung tertuju pada Akhtar.

"Jangan coba-coba memprovokasi Aleia untuk meminta cerai!!"

Akhtar berdiri dan membalas tatapan tajam dari Arshaka. "Arshaka, kamu tidak pantas untuk Aleia." Akhtar semakin membuat amarah Arshaka memuncak.

"Kami tidak akan bercerai, Akhtar. Tolong terima keputusan kamu berdua." Aleia memecah ketegangan diantar Arshaka dan Akhtar.

"Kak..." Protes Akhtar tidak terima dengan keputusan Aleia.

Arshaka tersenyum mengejek pada Akhtar. "Dengar sendiri kan?"

Aleia pusing melihat kedua pria yang tidak bisa akur sejak dulu.

"Akhtar. Pergilah!" Dengan kesal Aleia meminta Akhtar pergi. Arshaka puas sekali melihat Aleia meminta Akhtar pergi.

"Pembicaraan kita belum selesai, kak." Kata Akhtar dengan menatap Aleia penuh permohonan.

"Masalah penembakan kemarin bisa kita bahas saat aku sudah sembuh, untuk orang yang kamu curigai itu suruh saja Sebastian yang memantau. Fokuslah pada bulan madumu dengan Azkia. Jika ada masalah, aku bisa mengatasinya." Kata Aleia tegas.

Akhtar pasrah dengan keputusan kakak sepupunya itu. Dia tahu keputusan dari kakak sepupunya saat ini tidak bisa dibantah. Lalu Akhtar pamit pergi

Setelah Akhtar pergi, Arshaka duduk di kursi samping ranjang rumah sakit. Dia menatap Aleia dan berkata. "Kamu tahu siapa dalang di balik penembakan kemarin?"

Aleia menggeleng. "Aku tidak tahu, tapi aku yakin Akhtar tidak akan salah target. Sebastian pasti sudah tahu siapa target yang akan dia pantau."

"Kenapa kamu kembali ke rumah sakit?" Tanya Aleia sambil melihat Arshaka penuh tanda tanya.

"Hanya ingin." Arshaka menjawab dengan singkat.

"Kamu khawatir padaku, ya?" Aleia sengaja menggoda Arshaka.

"Hn." Arshaka membalas dengan berguman. Aleia tersenyum melihat Arshaka yang gengsi.

Tiba-tiba perawat datang mengantarkan makan siang.

Antagonist CoupleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang