CHAPTER 26

3.1K 219 31
                                        

*Normal Pov*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*Normal Pov*

Malam ini adalah malam di mana Keluarga Erlangga mengumumkan sang pewaris dengan menyelenggarakan pesta yang meriah di hotel bintang 7 milik perusahaan AK Company yang merupakan cabang perusahaan dari Erlangga Group.

Tamu undangan yang hadir adalah para pengusaha yang merupakan rekan bisnis dari Erlangga Group.

Para wartawan menunggu di lobby hotel. Tentu saja berita mengenai pewaris tunggal Erlangga Group akan menjadi berita utama.

Pesta malam ini memakai dress code warna hitam dan di larang memadukan warna hitam dan merah.

Sebuah Mobil Rolls-Royce berhenti tepat di depan pintu utama lobby hotel. Para wartawan sudah siap untuk mengambil gambar.

Seorang pria tampan turun dari mobil mewah itu dengan kharisma yang menghipnotis banyak orang. Wajah yang tampan dan tubuh yang proporsional menjadikan nilai plusnya.

Lampu flash kamera mengiringi langkahnya masuk kedalam hotel. Di lobby dia mengambil undangan eksklusif yang disimpannya di saku jas mahalnya dan memberikannya pada petugas hotel.

Masuk ke ballroom semua pasang mata langsung mengarah kepadanya. Semua orang tidak ada yang berani menegurnya.

Langkahnya menuju ke sebuah meja yang di tempati oleh sahabatnya.

"Hitam dan merah? Berani banget pakai warna itu Arshaka?" Ucap salah satu sahabatnya saat Arshaka sudah duduk bersama.

"Kenapa?" Arshaka merasa bawa warna itu cocok dengannya dan dia merasa baik-baik saja.

"Di undangan tertulis jelas kalau dress code nya hitam dan tidak boleh memadupadankan hitam dan merah." Khaiz menjelaskan sambil berbisik.

"Di undnaganku tidak ada dress code." Jawab Arshaka santai.

"Apa kamu tamu istimewa Erlangga Group?" Davin menebak karena Erlangga Group dan Alaster Group memiliki hubungan yang sangat baik.

"Tidak."

Davin ingin mengatakan sesuatu tapi pintu ballroom kembali terbuka dengan lebar. Keluarga Erlangga sudah tiba.

Di barisan paling depan ada Erlangga Dharmawangsa sang kepala keluarga yang berjalan membawa tongkat penuh wibawa di usianya yang ke 80 tahun.

Disusul dengan anak dan menantu, lalu para cucu. Barisan ke dua anak pertama Tuan Besar Erlangga dan istrinya.Barisan ke tiga anak kedua bersama suaminya. Barisan ke empat anak ke tiga dengan istrinya. Barisan ke lima anak ke empat dengan istrinya. Barisan ke enam anak ke lima dengan suaminya. Barisan ke tuju anak ke enam dengan suaminya.

Barisan seterusnya adalah para cucu dengan urutan tertua ke yang paling muda.

"Warna bajumu sama dengan warna baju yang di kenakan keluarga Erlangga." Kata Khaiz terkejut.

Antagonist CoupleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang