21

941 45 1
                                        

⚠No Plagiat and Remake⚠
-Awali dengan vote, akhiri dengan komentar-

Secercah cahaya menerobos masuk dan tanpa izin mengenai pria paruh baya hingga membuatnya terusik. Menggeram pelan, pria yang sudah berumur 40-an itu perlahan membuka matanya, menampilkan sepasang netra gelap yang menatap kosong ke arah langit-langit kamar.

Merasa cukup untuk berdiam selama beberapa saat, Enzi mencoba bangun. Namun, ada sesuatu yang menahan dirinya. Sisi kanan juga kirinya begitu susah untuk digerakkan hingga pada akhirnya ia dapat melihat apa yang mengganggunya itu.

Si kembar alias Lucas dan Rucas, sosok yang menahan dirinya untuk bangun karena mereka masing-masing tertidur dengan memeluk sisi tubuhnya. Sejenak Enzi berpikir tentang apa yang dilakukannya hingga berakhir dalam situasi ini.

Ah, benar juga. Selama beberapa hari ini mereka begitu sibuk untuk mengatasi masalah internal juga eksternal. Lucas serta dirinya berusaha memecahkan di mana posisi Athala sebenarnya dan permasalahan perusahaan dibantu oleh dua tangan kanannya, David yang ikut mengurus tentang dunia bawah serta Thio yang mengerjakan perusahaan.

Namun, Rucas yang kesepian tiba-tiba datang. Dirinya berusaha mengusir tetapi Lucas berhasil menenangkan dirinya dan meyakinkan bahwa Rucas tidak akan membuat masalah.

Pada suatu waktu, Thio bertanya akan saran kepadanya bahwa para investor di perusahaan miliknya itu kian menurun, meninggalkan perusahaanya dan terbukti pada garis diagram saham yang harganya merosot hingga 6% hanya dalam kurun waktu singkat.

Rucas yang tidak sengaja mendengar itu pun berceletuk sembari bersembunyi di balik tubuh kakak kembarnya. "Itu cukup mengkhawatirkan karena turun harga saham perusahaan diakibatkan oleh faktor internal kita, manajemen yang tidak efektif karena Ayah yang menggila.." ujarnya dengan kalimat akhir yang dapat didengar Lucas dan dirinya sendiri.

"Karena manajemen yang tidak efektif menyebabkan masalah lainnya seperti kinerja keuangan yang buruk, produk, dan pelayanan kurang memuaskan," lanjutnya beberapa saat kemudian.

Semua orang terdiam dengan ekspresi berbeda. Enzi tampak tidak percaya, pun dengan Thio serta David terkejut karena mereka mengira tuan muda kedua hanya sosok tidak berguna. Sebaliknya, reaksi Lucas adalah tersenyum, mengerti jika Rucas memang pintar dalam bidang ini.

"Apa kau paham dengan ucapanmu?" Enzi bertanya, nadanya dingin.

Namun, sebelum Rucas dapat menjawab, Thio segera menyela. "Lalu, bagaimana kita mengatasinya, Tuan muda Rucas? Bagaimana jika anda membantu saya? Pekerjaan saya terlalu banyak.." Thio berujar dengan wajah melas dan tidak peduli tatapan tajam sang tuan yang mengarah ke dirinya.

"Boleh, Rucas bisa bantu Thio," balas Rucas pelan. Senyum kecil terlukis apik di wajahnya.

Lucas segera mendorong pelan bahu kembarannya. "Jika ingin membantu, jangan di belakangku. Sana mendekatkan pada Thio," ujar Lucas dengan tatapan penuh dukungan.

"Nah, kemarilah Tuan muda. Duduk di samping saya." Thio tampak senang karena ada yang bisa membantu pekerjaannya. Begini sudah cukup adil!

"Thio, akan ku pastikan kau menggeram sakit di tanganku," bisik Enzi yang dapat didengar oleh David.

"Saya akan membantu, Tuan." David dengan senang hati membantu Enzi, dirinya tidak terima jika Thio yang mendapatkan pekerjaan mudah menjadi semakin mudah dengan bantuan tuan muda kedua.

Thio memang merasakan tatapan tajam dari sang Tuan dan David. Segera saja Thio membalas tatapan tajam mereka berdua dengan datar. "Kalian cemburu atau bagaimana? Masalah ini harus segera diselesaikan."

"Dan kau David, aku akan membunuhmu jika menganggap masalah ini sepele, kau saja tidak ingin mengurus ini," tajam Thio yang sontak membuat David mengarahkan pandangannya ke arah lain.

004: Give Me A LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang