29. TEACHING YOUR SHADOW

1.3K 131 8
                                        

WARNING!!

CERITA MENGANDUNG BANYAK KRIMINAL, SEX, ALCOHOL, NARKOBA DAN KEKERASAN.

INI FIKSI JANGAN DI SAMAIN DENGAN DUNIA NYATA.

ENJOY THE STORY

***

Hari sudah menggelap dan matahari enggan menampakkan sinarnya lagi. Langit mendung menggantung rendah di atas kota, seolah ikut merasakan kepedihan yang tengah mendiami hati seorang gadis di balik kaca jendela. Liane duduk mematung di sana, menatap hampa ke arah jalanan yang kosong. 

Angin sore menyusup masuk lewat celah jendela yang sedikit terbuka, membelai rambutnya yang terurai panjang, mengibaskannya pelan seperti menyampaikan bela rasa. Suasana kamar tampak suram. Tidak ada suara selain detak jarum jam dan desir angin yang menghantam tirai tipis. 

Wajah Liane yang biasanya tampak cerah, kini layu. Matanya sembab, tampak jelas bekas air mata yang belum lama kering. Warna kulitnya pucat, membuatnya terlihat rapuh dan jauh dari kata bahagia. Ada kekosongan dalam pandangan matanya, seolah jiwanya tertinggal entah di mana.

Zelin, satu-satunya teman yang biasa ia andalkan, hari ini tak bisa menemaninya. Ada urusan mendesak, katanya. 

Dan Anne, sang mama yang selalu hadir saat ia merasa limbung, juga tidak ada sejak pagi. Katanya ada urusan mendesak dengan suaminya, Gara.

Pikirannya kacau. Setra, lelaki yang tiba-tiba porak-poranda hidupnya dengan segala kerumitan yang tak pernah ia pahami sepenuhnya. 
Perasaan yang dulu hangat, sekarang menjelma menjadi ketakutan yang terus menghantuinya. Bukan karena ia membencinya… justru karena sangat menyayanginya. Namun kenyataan jauh lebih kejam dari kenangan.

Menutup matanya perlahan, mencoba menenangkan denyut jantung yang terasa tak beraturan. Nafasnya berat, seperti ada batu besar yang menekan dadanya. Ia takut. Pada hari esok. Pada keputusannya. Pada kebenaran yang baru ia ketahui… bahwa ayahnya mungkin adalah alasan mengapa ibu Setra tak lagi hidup. 

Dan kini, antara rasa bersalah dan rasa cinta yang belum mati, Liane terjebak dalam pusaran yang tak bisa di hindari.

Setelah di rasa puas, saat Liane hendak menutup jendela seseorang mengejutkannya nyaris membuatnya terlonjak kaget. Lelaki ini. Lelaki yang tadi siang ada di ruang konseling, salah satu teman Setra.

"Lo yang namanya Lily kan? Please sekali aja bantu gue.."

Liane mengernyit tak paham. Bagaimana lelaki ini bisa tahu alamat rumahnya? Padahal tidak ada seorangpun yang mengetahuinya kecuali Zelin dan Remon. Belum sempat bertanya, Mark melanjutkan dengan nada lebih cepat.

"Setra… dia mabuk parah sampe ngamuk. Gak bisa di tenangin. Dia terus nyebut-nyebut nama Lily dan gue yakin banget yang dia maksud itu lo."

Wajah Liane langsung memucat. "Aku gak kenal dia!"  potongnya cepat Suaranya dingin, tapi dalam hatinya berkecamuk.  "Aku gak ada urusan sama dia. Jangan bawa-bawa aku kedalam masalahnya, satu lagi namaku Liane bukan Lily!"

Mark tampak putus asa. Ia mencengkeram lengan Liane, nyaris memohon.  "Please ini darurat. Dia udah nyakitin Nick bahkan hampir ngebunuh Diro juga. Tempat itu udah kayak zona perang. Setra gak sadar. Lo gak harus ngelakuin apa-apa, cuma tunjukin diri lo aja, biar dia tenang."

Liane memalingkan wajah, menahan napas. Otaknya menolak, tapi jantungnya berdebar tak menentu.

"Enggak mau! Sudah aku bilang kalau aku Liane bukan Lily. Aku gak kenal sama Setra, tolong jangan paksa kayak gini." Jawabnya hendak meraih jendela namun segera Mark tahan.

I FOUND YOU BABY!  [ENDING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang