Hai semuanya....
Ini last chapter untuk cerita DPD
Selamat membaca dan tersenyum ya🤗🤗
🫀
Jakarta, Sekarang
"Maksud dan tujuan saya datang ke sini ingin meminta izin pada Om Dirga, Tante Melani serta keluarga, saya ingin menjadikan Putri menjadi istri saya—"
"Tunggu dulu," potong Dirga.
Semua mata dan telinga langsung fokus. Sean makin deg-degan, telapak tangannya sudah berkeringat. Memang tidak kelihatan, tapi gestur wajahnya saat ini, pastilah ketahuan.
"Putri apa maksudnya?"
Sean yang sempat nge-blank berusaha mengumpulkan suaranya agar tidak terdengar gugup. "Saya ingin menjadikan Deaby Emma Ellona Putri Brahmana menjadi istri saya, Om."
"Hm. Lanjut dulu." Dibalik kejahilannya, siapa yang tahu kalau rasanya melepas putri satu-satunya adalah hal paling berat yang dialami seorang ayah di dunia.
"Banyak cerita, suka dan duka yang saya lalui bersama dengan Dea. Dan masih banyak pula yang belum kami ceritakan. Sejak melihat Dea, untuk pertama kali ketia dia masih bayi, saya sudah suka melihatnya. Suka tersenyum, selalu riang orangnya, pemberani. Kalau saya boleh ceritakan, sekitar 6 tahun lalu atau lebih, pertama kalinya saya ditembak. Seorang perempuan yang masih baru lulus sekolah tiba-tiba datang menyatakan cinta. Saya mau minta maaf sama Om dan Tante, karena saat itu saya bilang Dea... gila."
Para keluarga pun tertawa. "Sama aku nggak minta maaf?" Dea bersuara.
"Iya, saya mau minta maaf sama Dea, karena setelahnya, saya yang tergila-gila sama perempuan itu."
Sepupu-sepupu Sean mencie-ciekan mereka. Terbongkar juga akhirnya sifat penggombal Dokter cuek ini. Setelah Sean menyelesaikan sambutan dan niat baiknya, giliran Dea pun tiba untuk menjawab setelah Papa Dirga menanyakannya.
"Terima kasih atas niat baiknya. Meski sampai sekarang masih ingat cara kamu bilang aku gila saat itu. Kamu... sudah gila." Dea mengangkat jari telunjuknya, menirukan nadanya. Alhasil, semua orang pun tertawa. Acara lamaran pasangan ini tidak ada khusyuk-khusyuk nya, kebanyakan bercanda dan tawanya. "Tidak banyak yang ingin aku sampaikan pada kamu. Karena aku tahu, kamu sudah paham dengan diriku, baik buruknya aku, bahkan kamu lebih dulu ketemu dengan Papa dan Mamaku. Aku juga ingin meminta maaf karena pernah meninggalkanmu. Pada Om Ares dan Tante Nara, terima kasih atas restu yang masih ada bahkan ketika aku pergi saat itu. Kalau bukan karena dukungan semuanya, kami tidak akan tiba di acara ini. Untuk Papa dan Mama, terima kasih untuk hati kalian yang ikhlas sudah merestui Dea dan Dokter Sean untuk bisa melangkah dalam pernikahan."
Dea menatap Sean dengan tersenyum bahagia. "Saya mau berpantun, boleh dibantu ya biar rame," ujar Dea.
"Boleh, boleh."
"Pergi berlayar naik perahu."
"Cakep!"
"Saat berlabuh membeli jamu"
"Cakep!"
"Terima kasih Bang Sean sudah mampir ke rumahku, aku terima lamaran dan pinanganmu."
Tepuk tangan serta sorak sorai dari para sepupu membuat Sean dan Dea tertawa malu-malu. Sean tidak mengira kalau Dea akan memberikannya pantun. Itu sungguh di luar dugaan sekali. Benar-benar kejahilan Om Dirga banget.
Sean dan Dea maju ke tengah, di mana Sean akan memasangkan cincin sesuai pemberian Mamanya. Mereka tampak serasi dalam busana batik yang senada. Dea memakai kebaya putu hasil jahitannya, sederhana dan tidak banyak menggunakan manik-manik. Rambutnya juga hanya disanggul biasa. Ketika mereka berdiri bersebelahan, semuanya memberi tepuk tangan.
"Cium dulu nggak sih dikit?" teriak Gerald dari barisan belakang.
Sean berbisik pada Dea, "Enggak usah ya, aku takut lihat Papa kamu."
Dea menoleh lalu membalas, "Aku nggak minta dicium sama kamu."
"Ya udah. Tapi tipis-tipis boleh kali ya." Lalu Sean mencuri kesempatan saat Dea masih menoleh padanya. Ia curi satu ciuman singkat dari bibirnya. Semuanya pun semakin ramai, tidak tinggal diam, Dea memukul lengan Sean, ia menutupi wajahnya karena malu.
"Tunggu sah dulu kali der!" Nathan berteriak, ia duduk di sebelah Gerald.
Sean membalas ucapan sepupunya, "Beda lagi der kalau udah sah!" Yang langsung ditatap ngeri oleh Dirga.
🫀
Kasih tahu aku dong seberapa suka kalian dengan tokoh Sean dan Dea dengan emotikon
Terima kasih sudah menerima cerita ini dari tahun 2022, semoga cerita selanjutnya tidak selama itu ya hehehe
Ada yang punya ide untuk nama-nama tokoh ceritaku berikutnya? Boleh drop di sini yaa
Love you guys💙🤍💚🧡💛😍
Untuk extra part dari DPD before and after marriage nya, tungguin yaa hehehe
Jangan dihapus dulu cerita DPD dari library nya
Ceritaku berikutnya adalah TWP (Three Wishes Program)
Untuk genre nya belum bisa ku spill🤣
Nanti spill tipis-tipis di Instagram
Yang belum follow akun sosial media instagram aku, yuk guys follow segera
ig: vezellia
Thank you all and stay cool🤗
Salam sayang,
DPD
VZ
💙💙💙💙💙
Publish: Senin, 14 April 2025
KAMU SEDANG MEMBACA
DPD (Tamat)
ChickLitDPD (Sequel Dosen Bucin & DSM) ♥️Yuk Follow Dulu Sebelum Baca♥️ --- Deaby Emma Ellona Putri Brahmana (Dea), seorang desainer muda berbakat yang karyanya pernah digunakan oleh model ternama dunia. Kepulangannya ke Jakarta ialah untuk meneruskan usaha...
