Halo teman-teman, kali ini update ekstra part Sean dan Dea😍😍
Yuk vote dan panasin dulu🔥🔥🔥
Selamat membaca
🫀
Hati yang gembira adalah obat. Orang yang tepat adalah rumah. Deaby menemukan keduanya pada satu orang bernama Sean yang akan menjadi teman hidupnya. Tiga bulan menjelang pernikahan mereka, Dea mulai sibuk dengan melukis rencana gaunnya, bimbingan pra-nikah, diskusi ke sana dan ke sini. Meski Dea tidak banyak ambil bagian, tetap saja kepalanya pusing.
Hari ini Dea menemani Mamanya pergi ke Singapore, dua hari satu malam karena Mamanya hendak mengambil suatu sertifikasi yang ujiannya dilaksanakan di sana.
"Mama bingung deh, Kak. Pilih yang ini kali ya warnanya?" Melani menunjukkan foto kebaya dan songket. Dea memberikan Mamanya serta calon mertuanya yang menentukan warna baju mereka.
"Mama suka nggak warnanya? Kalau cocok ke warna kulit Mama, ambil aja Ma," kata Dea dan setelahnya fokus ke layar tab nya. Mereka masih di taksi menuju hotel, sudah 10 menit berjalan dari bandara.
"Mama tanya dulu deh sama calon besan."
Besan? Dea agak geli mendengarnya sejak Mamanya memanggil Tante Nara demikian. Dea membiarkan Mamanya sibuk dengan dunianya sendiri. Ia sendiri juga sibuk dengan layar tab nya, senyumnya muncul kala ia berhasil menyelesaikan gambar gaun selama perjalanan terbang. Ia masih membuat draft dari setiap detail gaunnya, belum final dan belum diserahkan pada bagian produksi.
"Ma, aku udah bilang kan ya nanti malam aku jalan?"
"Sama siapa? Kamu belum ada cerita."
Dahi Dea berkerut. Lantas ia bercerita pada siapa tentang rencana makan malam dengan Noah, teman dekat (mantan) saat berkuliah dulu. "Atau aku cerita ke Sean ya waktu itu?"
"Kamu mau jalan ke mana? Sama siapa?"
"Nanti aku mau ketemu Noah. Mama masih ingat kan?
"Oh, Noah yang waktu kamu wisuda itu?"
"Iya."
"Dia di sini?"
"Sudah stay di sini, Ma."
"Oh gitu. Nggak apa-apa kalau kamu mau ke luar. Nggak berdua aja tapi kan?"
"Iya, ada teman aku."
"Oke. Eh, tapi Noah kabarnya gimana, Kak?"
"Kabarnya baik, Ma."
"Maksud Mama, dia sudah married?"
"Belum deh, Ma. Tapi, dia sudah punya pacar. Orang sini juga."
"Baguslah. Sayang banget kalau dia masih single. Salam ya sama dia."
"Iya, nanti disampaikan."
Perjalanan ini disponsori oleh Mama Melani seutuhnya, dari tiket pesawat sampai hotel. Dea sendiri tidak membuat budget spesifik untuk liburan singkat ini. Meski mereka berdua berencana akan membeli sesuatu, tapi Dea tidak mempersiapkan keuangannya.
Ngomong-ngomong soal keuangan, Dea sudah diberitahu mengenai jadwal pertemuan dengan CFO calon suaminya yang akan berlangsung dalam minggu ini setelah Dea pulang ke Jakarta. Sebelumnya, Sean sudah pernah terbuka soal keuangannya, tapi apa yang Dea tangkap saat itu tidak terlalu banyak, jadi, untuk kali ini, Dea ingin mendengarkannya langsung dari officer keuangan Sean.
Setelah tiba di hotel dan check-in, Dea memilih untuk langsung berbenah dan berisitirahat sebentar. Sementara Mamanya sudah bersiap-siap untuk mengunjungi kantor tempat Mamanya akan ujian. Katanya ada beberapa hal yang perlu diurus bersama temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DPD (Tamat)
Chick-LitDPD (Sequel Dosen Bucin & DSM) ♥️Yuk Follow Dulu Sebelum Baca♥️ --- Deaby Emma Ellona Putri Brahmana (Dea), seorang desainer muda berbakat yang karyanya pernah digunakan oleh model ternama dunia. Kepulangannya ke Jakarta ialah untuk meneruskan usaha...
