Dear all, terima kasih masih mau menunggu update cerita DPD😍😍😍
Aku persembahkan dua manusia yang bucin ini pada kalian
Bisa yuk vote dan comment nya rame😍😍
Happy reading guys✨✨
🫀
Hari Senin adalah hari paling sibuk dan kejam menurut kebanyakan para pekerja. Setelah beristirahat 2 hari selama weekend, mereka harus kembali ke realita untuk mengumpulkan pundi-pundi yang kadang tidak tahu berkumpul di mana. Mungkin sedikit berbeda dengan korporat pada umumnya, beberapa bisnis lainnya justru meliburkan karyawan di hari Senin. Butik O'Deil menerapkan sistem demikian, tukar shift secara bergantian karena mereka tetap buka di hari Sabtu dan Minggu. Tapi, tetap saja, suasana di hari Senin itu selalu berbeda.
Deaby salah satunya—meskipun dia menjabat sebagai Direktur, tetap saja merasakan situasi yang berbeda ketika masuk kantor di hari Senin. Hari ini ia pulang lebih awal dari kantor karena ada janji makan malam di rumah Opa Dio dan Oma Clara. Arga datang menjemputnya dan mereka juga akan menginap di sana. Orang tua mereka sedang pergi ke luar kota untuk menghadiri acara pernikahan anak dari sahabat Mamanya. Terlebih lagi, Dea tidak jadi mengunjungi Oma di weekend kemarin.
"Ayo, Ga. Mumpung belum macet banget." Dea sudah memasang sabuknya.
Arga segera meletakkan ponselnya ke dasbor mobil lalu ia mulai mengemudi. Mereka sama-sama diam, di satu sisi Arga mengerti kecapekan Kakaknya. Dea juga sedang tidak ingin menghabiskan energinya untuk mengobrol walau hanya basa-basi. Sehingga selama perjalanan pulang, ia menutup mata meski tidak tertidur.
Dea mengintip layar ponselnya karena getarannya. Nama seseorang yang akhir-akhir ini sering muncul, membuat sudut bibirnya naik. Dea mengangkat panggilannya.
"Halo, Dea..."
"Hai..."
"Maaf ya baru sempat telepon kamu. Sudah pulang kantor?" Dea bisa mendengar embusan napas berat laki-laki itu. Dea membenarkan posisi kursinya yang sempat ia miringkan sedikit. "Lagi di jalan pulang sama Arga."
"Wah, tumben dijemput sama Arga? Pada mau ke mana nih?"
"Ke rumah Oma. Nginap di sana juga malam ini."
"Oh gitu, titip salam ya sama Oma dan Opa."
"Salam doang?"
Sean terkekeh di sebrang telepon. "Memangnya apa lagi, hm?"
"Ya mana tahu orangnya yang langsung datang ngasih salamnya." Dea tertawa di ujung kalimatnya. Ia sempat melirik Arga yang berekspresi pura-pura muntah.
"Iya, nanti pasti datang. Makanya kamu jangan ke mana-mana ya."
"Nggak ke mana-mana lagi deh. Kapok aku hahahaha." Dea tidak merasa tersinggung jika Sean membercandainya.
"Good. Aku mau ngabarin kalau Jumat ini aku ke NTT. Wanna join?"
Dea mengerutkan dahinya. Ia duduk dengan tegak sambil menggenggam tali sabuknyaya. "Kegiatan relawan kamu itu ya? Berapa lama di sana?"
"Sekitar 2-3 hari sih."
"Hm gitu. Aku enggak dulu deh. Mungkin kamu coba ajak Arga aja. Mau aku bilangin sekarang nggak?"
"Boleh kalau dia berminat."
Dea menurunkan ponselnya. Kemudian menatap adiknya dan berkata, "Ga, soal relawan Bang Sean. Jumat ini mereka ke NTT. Mau ikut?"
KAMU SEDANG MEMBACA
DPD (Tamat)
ChickLitDPD (Sequel Dosen Bucin & DSM) ♥️Yuk Follow Dulu Sebelum Baca♥️ --- Deaby Emma Ellona Putri Brahmana (Dea), seorang desainer muda berbakat yang karyanya pernah digunakan oleh model ternama dunia. Kepulangannya ke Jakarta ialah untuk meneruskan usaha...
