Haiii all✨✨
Hope you guys doing fine and please support DPD for this year 🫶🏻
Happy reading DPDlovers🥰
🫀
Hari yang ditunggu itu pun tiba. Berita selebrita dan sosial media ramai membahas pesta pernikahan Andrani dan Pasha yang berlangsung di Bali. Acara pemberkatannya berlangsung privat yang hanya dihadiri oleh keluarga, kerabat dan para sahabat. Dea turut hadir di acara tersebut sebagai partner dari Sean Advielo.
Suasananya mengandung haru dan hampir semua orang di sana menitihkan air mata ketika pasangan yang baru resmi menyandang status suami istri tersebut menyapa kedua orang tua, memeluk dan memberikan sebuket bunga. Dea pun salah satu dari mereka, matanya berkaca-kaca. Ia terenyuh melihat acara tersebut. Sungkeman itu terasa sangat tulus dan menghipnotisnya.
Dea mengambil selembar tisu kering dari clucth bag nya. Ia menunduk untuk menyeka sudut matanya. Sengaja ia mengintip Sean, ingin melihat ekspresinya, namun laki-laki itu malah mengangkat sudut bibirnya melihat acara sungkeman itu. Dea melihat tatapan bahagia di sana, mungkin karena teman dan mantannya yang sudah melabuhkan hati pada orang yang tepat.
Dea buru-buru mengalihkan pandangannya ke depan, takut kepergok laki-laki itu. Mereka lebih banyak diam setelah acara makan malam kemarin. Ada situasi yang canggung di antara keduanya, entah kenapa.
Mereka tidak mengungkit pembicaraan mengenai rencana pernikahan mereka. Namun, saat Sean menjadi dingin kepadanya, Dea juga merasa dirinya terancam, bahkan ini lebih buruk dari pertama kali Dea melakukan pendekatannya.
Menjelang siang, semua hadirin keluar ke area outdoor di mana makan siang berlangsung dengan konsep prasmanan dan meja-meja kecil melingkar di setiap halaman. Resepsi pernikahan Andrani dan Pasha akan dimulai pukul lima sore waktu setempat. Oleh karena itu, Dea bersama timnya sudah harus tiba di hotel dua jam sebelum acara dimulai.
Ketika Dea melihat jam tangan di pergelangan tangan Sean, ia harus pamit sekarang juga. "Aku... harus balik ke hotel sekarang." Dea berbisik, tidak ingin mengganggu pembicaraan para sahabat Sean yang duduk bersama mereka.
Sean menoleh dan mengangguk. "Tunggu di mobil ya." Setelah Dea berpamitan, Sean mendatangi mempelai wanita yang kebetulan ia jumpai sedang mengambil makanan.
"How's your feeling?"
"Me?" Pertanyaan tak terduga itu membuat Sean mengerutkan dahi. Namun ia tetap menjawabnya. "Of course, I'm good and happy. For both of you."
"Terima kasih ya sudah menepati janji untuk hadir di pernikahan kami. Aku harap kabar baik yang menghampirimu di tahun depan. Aku akan datang, di mana pun acaranya," ujar Andrani membuat Sean tertawa.
"Aku belum mengenal Dea sebagai teman. Tapi aku akui, dia hebat dalam pekerjaannya. Aku tidak salah memilih desainer." Andrani tersenyum saat mengatakannya.
"Ya. She's great."
Andrani belum lama mengetahui hubungan Sean dan Dea. Meskipun perkenalannya dengan Dea dimulai secara profesional, Andrani berharap bisa berteman dengannya.
"Sampai ketemu di resepsi."
"Sean." Andrani berjalan menyusul sebelum Sean melangkah lebih jauh.
"Iya?"
"Gue tahu ini agak lancang." Andrani meletakkan piringnya di meja. "Dea. Dia benar-benar berbakat. Dukung dia. Tidak ada yang salah dengan menunggu."
Sean tertawa lagi. Ia mengangguk. "Apakah ini sebuah bakat baru setelah menjadi istri Pasha?"
KAMU SEDANG MEMBACA
DPD (Tamat)
Literatura FemininaDPD (Sequel Dosen Bucin & DSM) ♥️Yuk Follow Dulu Sebelum Baca♥️ --- Deaby Emma Ellona Putri Brahmana (Dea), seorang desainer muda berbakat yang karyanya pernah digunakan oleh model ternama dunia. Kepulangannya ke Jakarta ialah untuk meneruskan usaha...
