Ekstra Part 3

9.4K 454 128
                                        

Hai semuanya,
Apa kabar kalian?
Semoga sehat selalu yaa..

Aku update Ekstra Part lagi nih buat kalian yang masih menunggu kehidupan bahagia Sean dan Dea.

Happy reading guys🤗🤗🤗

🫀

Podcast Dea bersama Andrani sudah tayang di YouTube publik figur ternama itu. Jutaan views bukan hal yang sulit bagi Andrani apalagi ia punya banyak pengikut di sosial media. Dea memilih tidak menontonnya, tidak melihat komentar-komentar di sana juga. Saat ini ia tengah fokus dengan keberangkatannya ke Bali dengan beberapa koper miliknya yang sepertinya kebanyakan. Akhirnya ia membongkar lagi dan menyusun kembali barang-barangnya menjadi dua koper.

Kurang dari tujuh hari, ia akan melangsungkan pernikahannya dengan Sean di Bali secara privat, hanya keluarga dan teman dekat saja yang hadir di sana nantinya. Dan hari ini, ia bersama dengan orang tuanya akan berangkat ke Bali lebih dahulu, begitu pun dengan Sean serta orang tuanya. Mereka berangkat berenam hari ini dengan menggunakan privat jet keluarga Mahastama.

Mereka akan tinggal di rumah Tante Nara yang ada di Bali, melakukan kegiatan santai dan berlibur sejenak sebelum acara puncak pernikahan Dea dan Sean dilangsungkan. Dea sendiri tidak banyak meminta soal rencana ini, ia mengikuti setiap arahan dan masukan Sean serta keluarganya. Seperti yang Melani katakan, bahwa calon pengantin tidak perlu bekerja lagi mulai H-7. Baik Dea maupun Sean sama-sama mengambil cuti cukup panjang, hampir tiga minggu lamanya. Mereka akan berbulan madu selama dua minggu ke Eropa. Nah, yang ini baru Dea yang menyusun itinerary.

Mereka berangkat ke Soetta sekitar pukul 10 pagi dan tiba di sana sekitar satu jam kemudian. Sean, Om Ares, Tante Nara sudah tiba lebih dahulu, sedang duduk santai sambil menikmati sarapannya. "Sean di mana, Tante?" Dea bertanya keberadaan calon suaminya itu.

Nara memendarkan tatapannya ke sekitar. "Tadi dia masih di sini lho. Nggak tahu deh Tante ke mana dia pergi. Sini duduk dulu, Sayang." Nara menunjuk sofa kosong di sebelahnya. Dea menurut dan ia menghempaskan badannya ke sofa untuk beristirahat sejenak. Om Ares dan Papanya memilih menepi dan mengobrol terpisah dari para wanita di sini.

"Kamu sudah makan?" Nara bertanya dengan lembut. Dea menjawab dengan anggukan kepala. "Ini enak lho, De. Cobain deh ini." Nara mengangkat sendoknya. Ia suap calon menantunya itu satu sendok bubur yang sedang ia makan.

"Kak, masa disuapin sama mertua?" Melani datang dengan membawa gelas berisi teh.

Nara melepaskan senyum, menyapa Melani dan mengajaknya untuk duduk bersama di sana. "Nggak apa-apa kali, Mel," ujar Nara tidak keberatan. Bukankah Dea akan menjadi putrinya juga setelah ia menikah dengan Sean nanti? Jadi akan Nara perlakukan sebagaimana ia menyayangi putrinya juga.

"Oh iya Mel, kemarin aku lupa bilang. Baju kita sudah selesai dikerjakan. Nanti asistenku yang bawa ke Bali." Nara mengambil ponsel, membuka galeri dan menunjukkannya pada Melani. Mereka cukup kompak dalam persiapan pernikahan anak-anak mereka. Dea memperhatikan mereka yang serasi juga hari ini. Sama-sama mengenakan blouse putih dengan kaca mata hitam yang sudah ready di atas kepala. Sementara Dea sendiri hanya memakai kaos abu-abu polos yang ia beli minggu lalu. Penapilannya sekarang mungkin bukan seperti calon manten melainkan asisten dari dua wanita paruh baya itu. Lihatlah wajahnya sekarang, tidak ada polesan make up tipis apapun. Ya Tuhan, merana sekali dia pagi ini.

"Tante, ada bawa make up nggak ya?" tanya Dea karena ia menyimpan pouch make up nya di koper.

"Enggak ada di sini, Sayang. Cuman ada lipstik ini." Nara memberikannya pada Dea. Lipstik bermerek Dior itu begitu cantik warnanya, dan Dea bersiul dalam hati saat menerima lipstik tersebut. "Ini Tante beli di mana?"

DPD (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang