Dear all, thank you for all of your support🤍
Karena itu, aku persembahkan chapter baru ini, semoga kalian happy ya
Ini hadiah pre-valentine dari Sean&Dea
☺️🫶🏻✨💙
Jangan lupa dipanasin juga bab ini biar makin sering update hehehe
🔥🔥🔥🔥🔥
Yuk vote dulu sebelum baca
Happy reading 🤗
🫀
Dua hari bermalam di rumah sakit tidak pernah Dea bayangkan akan selama ini. Ia resah sendiri menunggu hasil lab kesehatannya. Jika semuanya baik, maka ia diperbolehkan pulang. Yang membuat ia agak tidak betah di sini ialah mantannya yang selalu datang ke mari, entah itu mengecek keadaannya atau memang pura-pura mengecek saja.
Selama dua malam, ia ditemani oleh Mama dan adiknya. Hanya saat malam saja. Karena siang harinya, mereka bekerja. Kalian sudah bisa menebaknya, siapa yang menemani siangnya di sini.
Yes. Dokter Sean.
"Arga."
"Hm."
"Kamu nggak ke kantor?"
"Nanti siang."
Dea memperhatikan adik laki-lakinya itu. Ia sudah tumbuh besar, lebih tinggi darinya. Ia sudah lebih dewasa sekarang, bisa diandalkan, dan Dea penasaran akan kehidupan personalnya. "Pacar lo nggak ke sini? Jenguk gue gitu."
Arga menyemburkan tawa. "Pacar dari mana? Single pol ini."
"Lho? Beneran?" Dea tidak tahu banyak soal percintaan adiknya.
"Beneran."
Dea menyandarkan badannya di sofa. Mereka duduk bersebrangan. Ruangan VVIP ini didesain luas, modern, dan fasilitas lengkap menyerupai kamar hotel. "Arga," panggil Dea lagi.
"Iya." Arga tidak menatap lawan bicaranya. Ia sibuk memainkan game di ponselnya sembari rebahan di sofa.
"Kalau gue balikan sama Sean, gimana menurut lo?"
Arga menoleh sekilas. Lalu kembali fokus ke ponselnya. "Ya nggak papa, Kak. Malah bagus, kan? Gue nggak perlu repot-repot jadi intel."
"Intel gimana maksudnya, Ga?"
"Tanya aja sama mantan lo."
Curhat dengan Arga tidak memberikan solusi rupanya, malah menambah pertanyaan lagi. Dea melempar kulit jeruk ke wajah Arga dan tepat mengenai dahinya.
"Apa sih, Kak? Ganggu tahu."
"Jelasin dulu intel yang lo bilang tadi."
"Bang Sean sering nanyain lo ke gue. Tapi, gue nggak selalu respon kok. Terakhir kali dia nanya, lo lagi dekat sama siapa sekarang." Arga bangun dari posisinya. Kini duduk dan tepat berhadapan dengan Dea.
"Terus lo jawab apa?" tanya Dea penasaran.
Arga menaikkan alisnya, sudut bibirnya tersenyum. "Penasaran ya?"
"Ga."
"Gue bilang iya. Kakak gue lagi dekat sama bule."
"Wah! Rumor lo bukan main ya."
"Gue nggak menambahkan lho ya, ada gambarnya kan di grup?" bela Arga.
"Noah cuman teman, Arga, nggak lebih."
KAMU SEDANG MEMBACA
DPD (Tamat)
Chick-LitDPD (Sequel Dosen Bucin & DSM) ♥️Yuk Follow Dulu Sebelum Baca♥️ --- Deaby Emma Ellona Putri Brahmana (Dea), seorang desainer muda berbakat yang karyanya pernah digunakan oleh model ternama dunia. Kepulangannya ke Jakarta ialah untuk meneruskan usaha...
