Tiga Belas

2.2K 56 3
                                        

Cahaya matahari masuk melalui celah gorden kamar, menusuk ke dalam mata membuat tidurku terusik. Dengan perlahan aku membuka mata menyambut pagi ini. Tanganku meregang melemaskan otot-otot yang kaku. Ketika mataku terbuka sepenuhnya, aku baru sadar kalau Jessi sudah tidak ada di sebelahku. Aku melirik ke arah jam dinding. Jam 7 pagi. Mungkin dia sudah bangun dan bersiap-siap.

Cklek

Kepala Jessi mengintip dari balik pintu. Benar dugaanku.

"Kak, cepetan mandi. Aku udah siap-siap, nih."

"Iyaaa."

Jessi pergi tanpa menutup pintu membuat aku bangkit dan menutup pintu kamarku. Sebelum pergi mandi, aku sempat mengecek notifikasi dari hp dulu. Ternyata tidak ada hal yang penting. Aku mengecek agendaku hari ini, ternyata kosong juga. Apa aku ikut main dengan Jessi sekalian ya? Tapi nanti temannya Jessi nyaman nggak ya ada aku juga? Ah, itu urusan belakangan lah. Lebih baik aku mandi dulu daripada Jessi marah-marah nantinya.

***

"Masih jauh nggak sih?"

"Seaworld masih jauh, Jess. Lagian kenapa kamu milih Seaworld sepagi ini sih?"

"Biar masih sepi."

Aku dalam perjalanan mengantarkan Jessi ke Seaworld. Aku pun baru tahu sebelum berangkat kalau tujuan kita adalah ke Seaworld. Butuh satu jam untuk menuju kesana dari rumahku. Pantas saja Jessi menyuruhku untuk bersiap pagi-pagi sekali.

"Freya udah otw juga?" tanyaku.

"Udah. Rencanaku berangkat jam 8 pagi gini biar sampe sana jam 9. Kan pas buka tuh. Jadi masih sepi."

"Terserah deh."

Jessi tersenyum dan menoleh ke arahku. Tangannya meraih lenganku lalu mencubit pelan dengan wajah gemas, entah apa yang dipikirkannya saat itu. Aku memilih untuk fokus menyetir tanpa menanggapinya.

***

Sesampainya di Seaworld, aku dan Jessi turun dari mobil menuju konter loket. Disana sudah ada gadis kecil yang berdiri sendirian. Jessi melambaikan tangannya lalu berlari kecil mendekati gadis itu.

"Frey, kenalin ini Kakakku." Jessi menunjuk ke arahku.

"Halo, Kak." Freya menyapaku.

"Oh iya, Frey. Kakakku mau ikut sama kita gak pa-pa, 'kan?" ucap Jessi.

Freya tersenyum sambil sedikit melirik ke arahku. "Gak pa-pa. Malahan kita ada yang jagain," ucapnya.

"Oke deh."

Setelah membeli dan menukarkan tiket itu, aku dan kedua gadis kecil ini masuk ke Seaworld. Saat masuk, Jessi menggandeng tanganku erat. Sementara Freya berjalan di sebelah Jessi.

"Frey, bentar ya. Aku mau ngomong berdua dulu sama Kakakku," ucap Jessi. Tiba-tiba dia menarik tanganku menjauh dari Freya. Aku bingung kenapa Jessi begini. Padahal ngomong tinggal ngomong aja, 'kan?

"Kenapa sih, Jess?"

"Sssttt..." Mata Jessi mengedar melihat suasana Seaworld yang masih sangat sepi. Bahkan hanya ada kita bertiga sekarang.

"Kak, mumpung lagi sepi, gatau kenapa aku kok jadi pengen ya?" bisik Jessi.

Mataku membulat mendengar ucapan itu. "Pengen? Kamu laper?" tanyaku.

"Nggaaaaaakkk. Pengen ituuuu..." Jessi melirik ke Freya sekejap.

"Apa?" tanyaku lagi. Nggak jelas ni anak. Masak iya pengen 'itu' sekarang?

Jessi menarik pundakku lalu mendekatkan bibirnya ke telinga kananku. "Pengen gituan sama kamu," bisik Jessi.

Deg

Pikk-usiskoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang