SPECIALCHAPTER: Battle Roast Olymps

102 5 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.

D

i tengah perjamuan para dewa di Aula Olympus, kilau cahaya dari langit sore menyoroti meja panjang penuh makanan ambrosia dan nektar ilahi.

Semua dewa sedang bersantai — kecuali Enzy, yang sedang sibuk membersihkan sisa air laut dari rambutnya.

"Laut asin ini bukan dari air mata, Poseidon" gerutu Enzy sambil memasang wajah kesal dan cemberut.

"Tapi dari tsunami kecil yang entah kenapa selalu muncul saat aku lewat."

Semua mata menoleh ke arah Dewa Poseidon, yang duduk santai dengan senyum licik, triton bersandar di kursinya.

"Oh Enzy, itu hanya… angin laut yang menyambutmu. Tanda cinta" jawabnya santai.

Efek anaknya blom tau jati dirinya jadi korbannya Enzy dlu.

Enzy mengangkat alis, berdiri di depan meja, dan mendekat ke tengah aula.

Ia mengangkat gelas nektar dan berkata dengan suara lantangnya.

"Baiklah. Kalau begitu, mari kita rayakan ‘cinta’ para dewa. Termasuk yang hobinya adalah menyemprot cucu dan anak orang pakai air laut hanya karena dia bosan."

Beberapa dewa mulai tertawa.

Enzy menatap Poseidon langsung dan mulai.

"Poseidon — penguasa lautan, pengendali badai, dan ayah dari setengah monster laut di mitologi. Jujur, aku kadang bingung… dewa air atau pabrik DNA gagal?"

Tawa pecah dari sisi meja Dionysus dan Hermes.

"Triton ini lebih sering basah karena air ciptaannya sendiri daripada karena perang. Omelanku lebih kering dari harga dirinya."

Poseidon memutar matanya, tersenyum kecut, tapi tidak membalas.

Tiba-tiba dari dapur muncul lah Dewi Hestia, membawa nampan dan mendesis.

ACADEMY DECELIS [Slow Update]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang