[DESK DAN PROLOGUE PENUH PLOT TWIST_Jadi klo penasaran bisa langsung baca saja. Karena pemeran utama bukan Heli]
Akademi Decelis Sekolah yg dengan Sistem Asrama dan juga sistem kelas masuk malam.
ada 7 siswa misterius Yg masuk ke sekolah itu yg tak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
BOOM! Pertempuran dimulai dengan ledakan besar dari Shion. Palunya menghantam tanah, menciptakan jalur magma panas yang melesat menuju Hyperion, Titan cahaya.
Hyperion melompat menghindar, tapi Louis sudah menunggu di udara, sabitnya melingkar tajam dengan mantra api. Ia menebas udara—dan menciptakan busur api hitam yang menghantam perut Hyperion, membakar sebagian armor Titan tersebut.
Ah ya soal titan Lelantus dia sudah tiada berhasil dibawa ke Tartaros sama Sunoo di Chapter sebelumnya.
Dan beberapa titan lainnya yang punya OTAK Menyerah duluan dengan memasuki Tartaros dengan mandiri kedalam portal yang sudah dibuat Noa.
Di sisi lain, Heli melompat dan menantang Crius, Titan bintang dan langit malam.
Trisula Poseidonnya beradu dengan pedang raksasa Crius, menciptakan gelombang kejut yang membuat langit sobek sejenak.
"Lu pikir langit punya hak mutlak atas laut? Salah besar." — Heli
Crius mencoba memanipulasi gravitasi, menarik Heli ke bawah, tapi Jino menyelinap masuk, teleport ke bahu Crius dan menancapkan belati Hermes di tengkuknya. Crius mengerang, tubuhnya goyah, namun belum tumbang.
Jaan dan Ruslan menghadapi Iapetus, Titan kehancuran.
"Lapetus itu ga tobat tobat udah tuak juga" batin Jino—Pelaku yang membakar rambut Lapetus.
Iapetus melempar batu bintang yang membentuk lubang hitam mini, mencoba menyedot keduanya.
Namun Jaan menembakkan panah cahaya kembar, membelah gravitasi, sementara Ruslan memutar dua pedangnya, menciptakan perisai berputar empat elemen yang menstabilkan ruang.
"Main-main sama kehancuran? Sayang, kita hidup di reruntuhan dari kecil." — Ruslan
Di sisi lain, Sofia dan Hanan, kini hidup kembali, bergerak cepat mendekati Najak dan Camill.