HAPPY READING DAN JANGAN LUPA VOTE YA
.
.
.
.
.
.
.
Gunung Olympus, puncak surgawi para dewa, berdiri megah menembus awan.
Di dalam aula emas yang dihiasi langit hidup dan bintang yang berputar, dua anak manusia setengah dewa—Khan dan Mahan, berdiri di hadapan dua sosok agung yang membentuk dunia.
Di ujung ruangan, duduk Zeus, Raja Para Dewa, dengan mata yang menyala seperti badai petir.
Di sampingnya, Hera, Dewi Agung dan Ratu Olympus, memancarkan keagungan yang membekukan waktu.
Khan berdiri tegak dengan aura dominannya, seolah hendak memimpin perang sekali lagi.
Mahan? Ia menyender santai ke tiang emas, membawa sekeranjang buah anggur Olympus dan permen kapas dari Hestia.
Zeus tersenyum bangga melihat kedua putranya.
"Putraku, Khan. Kau telah membuktikan bahwa darah Olympus tidak sia-sia. Kau siap menjadi Valgar, penjaga keseimbangan antara dewa dan binatang buas."
Hera menatap Mahan dengan lembut—berbeda dengan sikap biasanya yang tegas.
"Dan kau, Mahan... meski kau tak suka bertarung, keberanian dan hatimu telah menyelamatkan banyak jiwa. Kau pantas menjadi Perisai Emosional Olympus."
Mahan yang mau memakan permen langsung melihat ke arah Hera.
"Aku cuma ngajak Camill dan Jino buat main uno di tengah perang. Eh, malah bikin Titan meledak sendiri karena pusing." —Sisi gelap pertarungan kemarin yang tidak di perlihatkan.
Khan menahan tawa, Hera mengangkat alis, dan Zeus tertawa keras sampai petir menyambar langit di luar.
"HAHAHA! Itu gaya putraku! Tapi serius... kalian harus tahu alasan kami memanggil kalian ke sini."
Langit bergemuruh.
Awan berubah menjadi gambaran luka kosmik—retakan dunia yang muncul setelah perang Titan.
Dari dalamnya, sesosok kabut hitam muncul.
Benih Chaos.
"Kami tidak bisa turun tangan langsung" ujar Hera.
"Aturan kosmos melarang kami campur dalam keseimbangan baru."
Zeus melanjutkan, lebih serius:
"Karena itu, kami akan memindahkan sebagian kekuatan kami kepada kalian."
Khan terdiam.
"Apa artinya... kami akan naik menjadi dewa?"
Zeus mengangguk.
"Khan, kau akan menjadi Valgar Dewa Penjaga Garis Tengah—dewa yang menjaga batas antara manusia, dewa, dan monster. Mahan, kau akan menjadi Kaleina Dewi pengikat emosi, tawa, dan jiwa yang terluka."
Mahan tersedak ludahnya sendiri.
"Aku jadi DEWA NGIBURIN ORANG?"
Hera tersenyum penuh kasih.
"Bahkan hati dewa pun perlu dijahit, anakku."
Mahan memandang Khan. Biasanya ia akan bercanda, tapi kini... ia melihat beban di mata kakaknya.
"Kalau Kak Khan jadi dewa penjaga dan aku jadi perawat hati... siapa yang akan nemenin kita?"
Zeus dan Hera saling berpandangan.
"Kalian tak akan sendiri" ujar Hera.
"Teman-teman kalian juga punya bagian masing-masing di masa depan ini. Dan... kalian akan memimpin generasi baru."
KAMU SEDANG MEMBACA
ACADEMY DECELIS [Slow Update]
Fantasy[DESK DAN PROLOGUE PENUH PLOT TWIST_Jadi klo penasaran bisa langsung baca saja. Karena pemeran utama bukan Heli] Akademi Decelis Sekolah yg dengan Sistem Asrama dan juga sistem kelas masuk malam. ada 7 siswa misterius Yg masuk ke sekolah itu yg tak...
![ACADEMY DECELIS [Slow Update]](https://img.wattpad.com/cover/331587815-64-k505554.jpg)