[DESK DAN PROLOGUE PENUH PLOT TWIST_Jadi klo penasaran bisa langsung baca saja. Karena pemeran utama bukan Heli]
Akademi Decelis Sekolah yg dengan Sistem Asrama dan juga sistem kelas masuk malam.
ada 7 siswa misterius Yg masuk ke sekolah itu yg tak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beberapa hari setelah perang besar melawan para Titan...
Langit sore memudar perlahan, dan warna jingga keemasan membelai permukaan laut yang tenang.
Di ujung dermaga tersembunyi, di sebuah pulau kecil yang tidak tampak di peta fana maupun surgawi, seorang lelaki berdiri memandang lautan.
Angin laut memainkan helaian rambut hitam legamnya, dan matanya yang tajam seperti bulan menggambarkan kelelahan yang baru saja mereda.
Heli Zelcio.
Putra dari dua entitas agung — Dewa Lautan Poseidon dan Dewi Bulan serta Alam Liar Artemis — akhirnya berdiri sendiri, menikmati sejenak kedamaian yang hampir ia lupakan.
Namun, ia tidak sendirian lama.
"Air ini memanggilmu sejak kau lahir," terdengar suara berat tapi lembut dari arah belakangnya.
Heli menoleh, dan matanya membulat. Sosok tinggi besar dengan jubah biru kehijauan berdiri dengan karisma yang membuat ombak pun seakan merunduk — Poseidon, ayahnya.
Di sampingnya, seperti cahaya redup yang menenangkan hutan, muncul Artemis, sang ibu.
Wajahnya tetap tenang dan teguh seperti biasa, tapi matanya melembut begitu menatap Heli.