ACADEMY DECELIS: Jaan with Family

155 4 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.

Di sebuah taman yang penuh dengan bunga-bunga bermekaran dan sinar matahari yang lembut, Jaan duduk di antara rerumputan hijau

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di sebuah taman yang penuh dengan bunga-bunga bermekaran dan sinar matahari yang lembut, Jaan duduk di antara rerumputan hijau.

Di sampingnya berdiri Baba—Dewa Apollo, sang ayah yang gagah dan penuh cahaya emas, serta Mimi—Dewi Demeter, sang ibu yang lemah lembut dengan senyum hangat penuh kasih. —cmn Queen roast of Olympus.

"Jaan, Nak, kau membawa cahaya matahari dalam dirimu, warisan dari Baba. Jangan takut untuk bersinar terang, sebab dunia ini butuh sinarmu."

Apollo menatap Jaan dengan penuh bangga, lalu menepuk pundaknya dengan lembut, seolah memberikan energi dari sinar matahari.

"Dan aku, Mimi-mu, akan selalu memberimu kekuatan dari bumi dan musim yang subur. Kau adalah buah cinta kami,dan seperti ladang yang selalu memerlukan perhatian, hatimu juga harus selalu kau rawat dengan kasih sayang."

Demeter membelai rambut Jaan dengan tangan lembut, menanamkan rasa aman dan kenyamanan yang hanya bisa diberikan oleh seorang ibu.

Jaan tersenyum, merasa hangat dan tenang di antara dua sosok yang paling dia cintai.

"Terima kasih, Baba dan Mimi. Aku akan terus berusaha menjadi kuat dan baik seperti kalian."

Di bawah sinar mentari sore, mereka bertiga duduk bersama, saling menguatkan, mengisi satu sama lain dengan cinta dan harapan.
.
.
.
.
.
.
Bermain Lira dengan Baba Apollo

ACADEMY DECELIS [Slow Update]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang