[DESK DAN PROLOGUE PENUH PLOT TWIST_Jadi klo penasaran bisa langsung baca saja. Karena pemeran utama bukan Heli]
Akademi Decelis Sekolah yg dengan Sistem Asrama dan juga sistem kelas masuk malam.
ada 7 siswa misterius Yg masuk ke sekolah itu yg tak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . . . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Langit meledak oleh kilatan petir dan hujan meteor magis ketika ketujuh anak dewa menyerang serempak.
Semuanya para demigod mengeluarkan kemampuan asli mereka sebagai putra dewa dan dewi.Yang dimana mereka sudah bisa mengendalikannya secara baik walaupun tanpa harus melatihnya kembali. Mereka fokus karena mereka tahu keadaan.
Enzy menyalakan tubuhnya dengan aura perang membara, kekuatan Ares menyalur di ototnya, dan pesona Aphrodite menjadikannya nyaris mustahil untuk dihadang.
Ia berlari cepat—lebih cepat dari suara—dan meninju kaki Kronos, membuat tanah bergemuruh seperti ribuan drum perang ditabuh serentak.
Solon mengangkat tangannya, membelah waktu. Ia menciptakan jalur realitas alternatif, memaksa sebagian tubuh Kronos untuk menyentuh bayangan masa lalu dan masa depan secara bersamaan.
Titan itu mengerang—bahkan penguasa waktu bisa merasakan ketegangan temporal yang menggila.
Heli melonjak ke langit, trisula Poseidon berputar di tangannya seperti pusaran badai laut.
Ia mengumpulkan semua uap air di udara lalu melemparkannya ke tubuh Kronos—menciptakan hujan deras bertekanan tinggi yang mengguncang armor batu Kronos dari luar dan dalam.
Air menembus celah waktu, menciptakan korosi magis yang belum pernah dilihat bahkan oleh para Titan.
Jaan membentangkan busurnya—panah matahari muncul bukan dari senar, tapi dari jantungnya sendiri. Ia menembakkan lima panah berturut-turut, masing-masing mengarah ke titik-titik vital Kronos yang dilihatnya melalui sihir Demeter.
Aliran energi dan simpul kekuatan. Ledakan cahaya membuat seluruh langit menjadi siang.
Jakah, dengan gelak tawa miring, menari di medan perang seperti mabuk anggur abadi. Ia menggandakan dirinya, lalu masing-masing bayangannya meledak seperti kembang api beracun.
Energinya anarkis dan tidak bisa diprediksi—bahkan Kronos tampak ragu untuk menyentuhnya.
"Lu pikir gua gila? Gua lebih dari itu—gua chaos yang lo ciptain sendiri!"